Skuad Real Sociedad mengangkat trofi Copa del Rey.
SEVILLA – Real Sociedad menjuarai Copa del Rey usai mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti 4-3. Dalam laga di Estadio La Cartuja, Minggu (19/4), adu penalti dilakukan usai kedua tim imbang 2-2.
Sociedad mampu unggul cepat di menit pertama. Umpan silang Concalo Guedes dari sisi kiri bisa ditanduk oleh Ander Barrenetxea. Sundulannya masuk ke pojok kanan gawang.
Atletico bisa merespon gol ini pada menit ke-18. Mendapat umpan dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman dengan baik mengontrol bola. Ia lalu berbalik badan melepas tembakan mendatar yang membobol gawang Sociedad.
Pada menit akhir babak pertama, Sociedad mendapatkan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih usai Juan Musso melakukan pelanggaran keras ke Guedes. Musso keluar dari serangnya untuk memotong umpan silang. Ia gagal mendapatkan bola hingga justru meninju Guedes yang berusaha melakukan sundulan.
Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakannya mengecoh Musso di menit ke-45+1.
Di babak kedua, Lookman membuang kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Tembakannya menerima umpan dari Marcos Llorente tak menemui sasaran.
Atletico akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit ke-83. Julian Alvarez melancarkan tembakan keras dari depan kotak penalti. Skor imbang ini bertahan hingga 90 menit tuntas.
Di babak perpanjangan waktu, Atletico tampil dominan. Marrero tampil gemilang meredam ancaman Johnny Cardoso dengan terbang menepis bola. Hanya saja, tak ada gol yang tercipta. Laga pun ditentukan lewat perpanjangan waktu.
Alexander Sorloth yang jadi penendang pertama Atletico tembakannya bisa ditepis Marrero. Carlos Soler bawa Sociedad unggul usai eksekusinya berbuah gol.
Eksekutor kedua semuanya gagal berbuah gol. Julian Alvarez dan Orri Oskarson tak bisa bikin gol dari titik putih.
Nico Gonzalez menyamakan skor dengan eksekusi yang mengecoh Marrero. Luka Sucic mengembalikan keunggulan Sociedad.
Thiago Almada yang jadi eksekutor keempat Atletico menjalankan tugasnya dengan baik. Hal serupa dilakukan oleh Aihen Munoz. Alex Baena menghidupkan asa Los Rojiblancos dari eksekusi apiknya. Namun, Pablo Marin mengubur mimpi Atletico untuk juara. penaltinya tak bisa diantisipasi oleh Musso.
Real Sociedad pun mencetak sejarah baru. Ini adalah trofi keempat bagi Txuri-urdin dalam ajang ini, dan kemenangan pertama mereka sejak mengalahkan Athletic Club pada 2020.
Pelatih Real Sociedad Pellegrini Matarazzo begitu puas dengan hasil ini. “Saat ini adalah momen di mana kami menyadari bahwa ini nyata, bahwa kami telah mencapainya. Sampai semua selesai, Anda belum merasakan bahwa itu benar-benar terjadi. Ini luar biasa. Terima kasih kepada semua penggemar atas dukungannya. Selama beberapa hari terakhir dan hari ini, ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi tim, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan hari ini,” ungkap Matarazzo.
Matarazzo memberikan pujian kepada pahlawan La Real, Unai Marrero. “Saya tidak ingin terlalu taktis. Penting bagi kami untuk mengendalikan permainan sebaik mungkin dan tidak mengambil risiko. Kami bekerja keras dalam bertahan dan harus berjuang di babak kedua, namun karakter tim kami yang membuat kami bisa bertahan. Marrero bermain dengan sempurna. Saya sangat menyukai energinya dan bagaimana dia mampu mengobarkan semangat para penggemar di saat-saat tertentu. Bukan kebetulan dia berhasil menghentikan dua penalti,”jelasnya.
Mikel Oyarzabal mencetak gol di final Copa del Rey. Ia membuktikan diri kalau dia memang ahlinya partai puncak. Ini merupakan trofi keduanya di ajang ini sekaligus memperpanjang catatan bagusnya. Oyarzabal bermain enam kali di partai puncak dengan masing-masing mencetak satu gol.
Sebelum ini Oyarzabal membuat gol di partai final Copa del Rey 2020, Olimpiade 2020, Nations League 2021 dan 2025, serta Euro 2024. Dari enam partai final itu, Oyarzabal meraih empat gelar juara dan dua kali runner-up di Olimpaide 2020 serta Nations League 2025.
Sementara Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone merasa sangat sedih dan tidak bisa berkata-kata. Namun ia menegaskan seharusnya timnya bisa menang dalam 90 menit.
“Tidak banyak yang perlu dikatakan, saya hanya berusaha berada di sana untuk para pemain karena mereka tahu bahwa pemain telah berusaha keras dengan tampil sangat bagus di babak kedua dan extra time. Kami punya banyak peluang, tetapi Real lebih klinis dalam penyelesaian akhir dan kami tidak,” ujarnya.***
