Virgil van Dijk, Pemain Liverpool.
LIVERPOOL – Liverpool mengusung misi berat saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua perempatfinal Liga Champions di Anfield, Rabu (15/4) dini hari WIB. Liverpool mengejar defisit 2 gol akibat menyerah 0-2 di leg pertama.
Jelang laga nanti, Liverpool punya modal bagus usai memetik kemenangan 2-0 atas Fulham di Anfield, Minggu (12/4) dini hari WIB. Gol dari pemain muda Rio Ngumoha dan bintang utama Mohamed Salah menjadi penentu kemenangan The Reds.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, menilai bahwa kemenangan ini bukanlah obat instan atas deretan penampilan buruk timnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi untuk laga-laga berikutnya.
“Satu pertandingan tidak menentukan segalanya. Semua bergantung pada kami untuk terus melangkah. Kami sedang melewati musim di mana kami belum mampu membangun momentum dari performa-performa sebelumnya. Kini kami bersiap menghadapi tim luar biasa (PSG) yang bermain dengan penuh percaya diri pada hari Selasa (Rabu dinihari WIB),” ujar Van Dijk seperti dilansir oleh BBC.
Manajer Liverpool Arne Slot menegaskan timnya masih memiliki peluang membalikkan keadaan. “Jika melihat keseluruhan pertandingan (leg pertama), kami cukup beruntung hanya kalah 0-2. Hal positifnya, kami masih memiliki peluang di Anfield, tempat yang sangat kuat bagi kami. Kami harus mengerahkan kekuatan untuk memenangkan laga dan lolos ke semifinal,” ujar Slot.
Menurutnya, kekuatan suporter Liverpool selalu menjadi faktor pembeda dalam pertandingan besar. “Kami membutuhkan dukungan suporter lebih dari sebelumnya. Mereka selalu memberi dampak besar bagi kami,” kata Slot.
Di sisi lain, Paris Saint-Germain tak merasa kemenangan 2-0 di rumah sendiri sudah cukup. Pelatih Luis Enrique memastikan timnya akan datang dengan mentalitas mengejar kemenangan.
“Kami tahu akan luar biasa sulit bermain di Anfield. Kami akan menderita di sana, tapi ini adalah momen-momen saat kami harus waspada. Akan sulit memang, tapi pola pikir kami tetap sama terlepas dari stadionnya. Kami ke sana untuk menang. Kami harus ke sana dengan keinginan untuk menang, dan untuk itu, kami harus mencetak gol-gol,” ungkapnya kepada UEFA.***
