Beri Khotbah di Kebaktian Bersama MAKIN Pabuaran, Ini Pesan Ketum MATAKIN

BOGOR (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo melakukan Jiang Dao (khotbah) pada Kebaktian Bersama MATAKIN Kabupaten Bogor wilayah 1 di Hok Tek Bio MAKIN Pabuaran, Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor, Minggu (29/3/2026). 

Kebaktian bersama ini dihadiri lebih dari 300 umat Khonghucu. Selain dari MAKIN Pabuaran, hadir pengurus dan umat Khonghucu dari berbagai Litang/MAKIN seperti MAKIN Cogreg, MAKIN Curug Gunung Sindur, MAKIN Gunung Sindur, MAKIN Rumpin, MAKIN Pasir Jeruk dan Kwan Im Bio MAKIN Tulang Kuning.

`Kemudian  Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Bidang Pendidikan Tinggi MATAKIN Pusat, Ws. Gunadi, Ketua Bidang Hukum , Dq Suhendi.

Sebelum kebaktian dimulai, para peserta dihibur dengan atraksi barongsai lantai dari Hok Tek Bio MAKIN Pabuaran yang energik dan penuh semangat.

Ketum MATAKIN dalam Jiang Dao nya menekankan bahwa segala sesuatu jika dipaksakan instans dan terlalu cepat jalannya, mengabaikan proses seringkali berujung tidak baik dan menghasilkan kualitas yang kurang baik, bahkan seringkali gagal. Ia menceritakan kisah nyata dari sebuah bisnis besar.

“Saya ceritakan kisah nyata terkait sebuah bisnis besar, dimana ownernya yang berambisi untuk meluaskan usahanya dan ekspansi dimana-mana di lokasi strategis, untuk memenuhi ambisinya itu, dia berhutang ke bank dengan bunga yang tinggi, namun karena dia kurang perhitungan matang, singkat cerita, perusahaannya pailit dan asetnya disita, sehingga dia  tidak punya apa-apa hingga frustasi sampai meninggal dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa ketika suatu usaha sedang berkembang, tapi kalau terlalu dipaksa dipercepat untuk besar, itu juga beresiko dan berbahaya.

Misal suatu usaha restoran maju, omsetnya meningkat, langsung buka cabang dimana-mana, tapi kalau terlalu cepat, namun tidak termanage dengan baik, masakan dan pelayanannya tidak ditingkatkan, itu akan beresiko untuk jatuh. Pelanggan yang terlanjur kecewa tak mudah diharapkan kembali.

          Ketum Budi juga berpesan, kalau ada kemampuan punya akses waktu dan uang jangan digunakan tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang, nanti hasilnya tidak maksimal

Dalam kehidupan rumah tangga berapa banyak orang tua yang ingin anaknya maju sehingga diikutkan les bermacam-macam, namun karena tidak fokus akhirnya sang anak gagal dan tidak ada yang sukses,    Kemampuan ekonomi dan waktu luang tidak harus digunakan tanpa fokus dan perencanaan. Bila seperti itu, hasilnya malah tidam optimal.

“Jadi sesuatu baik dalam bisnis atau kehidupan keluarga harus step by step, setahap demi setahap. Ada proses yanv harus diikuti dan perencanaan yang matang agar hasilnya maksimal tidak berantakan,” jelas Xs. Budi. kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *