Kevin Wu
JAKARTA (LB)–Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kevin Wu, menilai pemberian sanksi SP 1 (Surat Peringatan Pertama) terhadap petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) yang menggunakan foto AI untuk membalas aduan warga tidak cukup.
Menurutnya, masalah parkir liar harusnya ditangani oleh petugas Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) atau Dishub (Dinas Perhubungan). Oleh karena itu, Pemprov DKI tidak bisa hanya menyalahkan sang petugas PPSU-nya saja.
“Sedari awal, masalah parkir liar ini harusnya ditangani oleh petugas-petugas Satpol PP atau Dishub. Dan bukan oleh petugas PPSU yang punya tugas-tugas lainnya. Jadi, tidak bisa masalah ini berhenti di situ saja,” ujar Kevin Wu, dalam siaran pers tertulis, Selasa (7/4/2026).
“Harus dilakukan evaluasi yang menyeluruh juga terhadap unit Satpol PP dan Dishub di wilayah terkait. Kemudian juga bagaimana dengan pertanggungjawaban pihak kelurahan. Ini jangan dianggap enteng karena telah dengan nyata merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik kita,” sambungnya.
Kevin menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak bisa hanya ‘mencari kepala’ atau mencari ‘kambing hitam’ saja. Insiden penggunaan foto AI untuk membalas aduan warga melalui JAKI yang terjadi di Jakarta Timur (Jaktim) beberapa waktu lalu merupakan buah dari kegagalan sistemik.
“Permasalahan ini sistemik. Dengan perkara ini ditindaklanjuti bukan oleh dinas-dinas yang berwenang saja menunjukkan kalau ada sesuatu yang salah. Jadi, ini sekali lagi harus ada upaya yang serius untuk memperbaiki pelayanan publik di Jakarta,” tegasnya.
“Masalahnya jadi melebar. Kalau tidak ada keseriusan dalam mengatasinya, pantas saja Jakarta ini selalu kesulitan dalam mengurusi parkir liar yang terjadi di seantero wilayahnya,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan laporan dalam beberapa kejadian petugas yang menindaklanjuti perkara parkir liar di jalanan hanya memindahkan kendaraan para pelanggar untuk sementara waktu dan membiarkannya terulang kembali tidak lama kemudian.
“Saya bahkan dapat laporan kalau ada petugas-petugas di lapangan yang hanya memindahkan kendaraan yang parkir liar untuk sementara waktu, kemudian difoto, terus kendaraan-kendaraan tersebut dikembalikan lagi ke tempatnya yang semula,” sambungnya.
“Ini mentalitas curang, tidak heran kemudian ada kejadian seperti kemarin. Di mana, seorang petugas menggunakan foto AI untuk membalas aduan warga. Sehingga, sistem dan perilaku para petugas di lapangan, juga pihak kelurahan yang menerima laporan dari warga harus diperbaiki ke depannya,” tutupnya. **
