Skuad Manchester City bersukacita dengan trofi Carabao Cup (Piala Liga Inggris).
MANCHESTER – Manchester City barusan menjuarai Carabao Cup (Piala Liga Inggris). Namun manajer Pep Guardiola mengakui Carabao Cup tak terlalu bergengsi. Tapi kemenangan atas Arsenal membuat trofi turnamen itu terasa lebih spesial.
Manchester City membungkam Arsenal 2-0 pada final Carabao Cup di Wembley, Minggu (22/3) malam WIB. Sepasang gol Nico O’Reilly pada babak kedua memastikan kemenangan tersebut.
Sejatinya Arsenal yang lebih diunggulkan menuju pertandingan tersebut. Mereka sedang lebih solid dibandingkan Man City, aktif di empat kompetisi, dan unggul sembilan poin di Premier League.
Sementara Man City datang dengan bekal tanpa kemenangan di empat laga terakhir. Ini yang bikin secara hitung-hitungan, mereka tak lebih dijagokan.
Namun mentalitas dan pengalaman juara berbicara. Saat Arsenal gagal memaksimalkan dominasi di babak pertama, Man City membangun momentum dan menemukan ‘retak’ di pertahanan lawan pada babak kedua.
Kemenangan ini berarti Man City mengamankan setidaknya satu titel musim ini. Meski Carabao Cup gengsinya tak sebesar Premier League atau Liga Champions, tapi ini jadi suntikan moral besar mengingat lawannya adalah Arsenal.
“Ini sangat berarti. Meraih trofi itu selalu sulit. Bersama Bayern Munich dan mungkin Barcelona, menghadapi tim terbaik di Eropa, mereka mencekik kami selama 15 menit pertama. Tapi setelah itu kami mulai memenangi beberapa bola kedua. Kami meraih sebuah kemenangan luar biasa. Carabao Cup memang bukan Premier League atau Liga Champions, tapi kemenangan atas tim itu membuatnya terasa spesial,” ujar Guardiola di Sky Sports.
Khusus bagi Antoine Semenyo, ia merasakan nikmatnya gelar. Padahal dalam satu titik di awal kariernya, ia patah hati dan kecewa dengan sepakbola. Dengan bersabar, upayanya mulai menumbuhkan hasil.
Carabao Cup merupakan trofi pertamanya bersama Manchester City, yang mana juga jadi yang pertama dalam kariernya. Sebuah awal yang manis buat gelandang 26 tahun tersebut, mengingat ia baru gabung Januari lalu. Tapi untuk menggapai rasa manis ini, Semenyo sudah melalui banyak kekecewaan.
Salah satunya bahkan nyaris bikin Semenyo berhenti bermain sepakbola di usia 15 tahun. Kala itu ia gagal di serangkaian trial bersama Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Millwall.
Ia juga kemudian ditolak Crystal Palace setelah dites selama delapan pekan. Pemain kelahiran London namun berdarah Ghana itu sempat menepi dari sepakbola, sampai kemudian diajak kembali ke jalan sepakbola oleh sang paman.
Semenyo pun gabung ke program sepakbola di South Gloucestershire and Stroud College. Sisanya adalah sejarah.
Setelah berhasil mengangkat trofi profesionalnya yang pertama, Semenyo pun ditanya apa yang ingin dikatakan ke dirinya di usia 15 tahun dulu. “Tuhan itu punya rencana. Mungkin rencana-rencanamu tidak berhasil dan Anda tak tahu sebabnya, tapi jawabannya selalu terungkap sendiri belakangan,” ujarnya kepada Sky Sports.
Semenyo kini jauh lebih percaya diri. Eks pemain Bristol City dan Bournemouth itu menegaskan dirinya masih punya banyak hal untuk ditunjukkan, meski awal perjalanan bersama Man City begitu baik.
“Ini terasa seperti cerita dongeng, tapi kalau boleh jujur saya merasa masih bisa kasih unjuk lebih banyak hal lagi. Saya ingin menunjukkan betapa fleksibelnya saya di lapangan dan ingin membantu tim sebanyak mungkin. Saya menikmati permainan saya dan itu cuma akan lebih baik lagi,” kata Semenyo.
Sementara manajer Arsenal Mikel Arteta akan menjadikan kekecewaan ini sebagai bahan bakar Meriam London. Hasrat untuk segera menyudahi puasa trofi harus tertunda. Arsenal kini menyisakan tiga kompetisi lagi untuk mengambil peluang meraih gelar, yakni di Premier League, Piala FA dan Liga Champions.
“Yah, terutama untuk memiliki perspektif tentang hal itu dan apa yang telah dilakukan tim ini dalam delapan bulan terakhir sungguh luar biasa. Kami akan menggunakan kekecewaan dan semangat membara ini untuk menjalani dua bulan paling menakjubkan yang pernah kami alami bersama. Ini semua tergantung pada kami dan akan mengelola energi itu dengan cara yang benar. Sekarang kami harus melewati rasa sakit dan kekecewaan ini dan itu normal karena bagian dari sepakbola,” kata Arteta yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Declan Rice meminta fans untuk tenang karena masih ada tiga kompetisi besar yang bisa dimenangkan. “Tentu saja, ini sangat berarti, tetapi lihat, ini final di Wembley, Anda tidak pernah ingin kalah. Saya tahu betapa berartinya kemenangan ini bagi para fans Arsenal, Anda bisa merasakannya. Tapi tetap saja, kami masih punya tiga kompetisi besar untuk dimainkan. Kami perlu tetap positif, bersatu, dan terus maju karena masih banyak yang harus diperjuangkan,” kata Rice yang dikutip dari situs resmi Arsenal.***
