Milan Harus Lupakan Peluang Juara

Rafael Leao, Pemain AC Milan.

MILAN – Kekalahan dari Lazio pada pekan ke-29 Liga Italia musim ini membuat AC Milan gagal mendekatkan jarak dengan Inter Milan. Pelatih Rossoneri Massimiliano Allegri pun mulai realistis membicarakan peluang juara.

Milan takluk 0-1 lewat gol tunggal Gustav Isaksen di babak pertama dalam laga di Stadion Olimpico, Senin (16/3) dini hari WIB. Meski unggul 60 persen penguasaan bola dan melepaskan 11 tembakan, mereka tetap tak mampu membobol gawang Edoardo Motta.

Tentu saja, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Milan karena mereka gagal memanfaatkan hasil imbang yang diraih Inter saat menghadapi Atalanta. Jika menang, Mike Maignan dkk bisa memangkas jarak dengan sang rival yang saat ini menjadi capolista.

Namun kini Inter malah sedikit menjauh. Dengan 68 poin, Nerazzurri unggul delapan angka dari Milan yang berada di urutan dua.  “Kami menyadari sulitnya laga ini, karena para fans kembali ke stadion dan ini sangat penting bagi Lazio. Mereka sangat kuat di babak pertama, harusnya kami lebih terorganisir dan mengurangi kesalahan. Mereka bermain agresif kemudian melemah usai jeda, kami tampil dengan intensitas lebih tinggi dan menyerang, namun tak mampu mencetak gol. Inilah sepak bola,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.

Tifosi Lazio sempat memboikot datang ke stadion karena memprotes kebijakan Presiden Claudio Lotito dan mendesaknya menjual klub.

Meski masih tersisa sembilan pertandingan, Allegri memilih fokus lolos ke Liga Champions ketimbang mengejar Inter. “Sekarang kami harus adalah memulai kembali dari awal. Orang-orang membicarakan scudetto setelah kemenangan atas Inter (sepekan lalu), tetapi kami harus realistis. Kami perlu ingat bahwa targetnya adalah lolos ke Liga Champions, jika tidak, kami berisiko menghancurkan semua yang telah kami bangun selama enam bulan terakhir,”  ungkap Allegri.

Eks pesepakbola Italia Paolo Di Canio mengkritik AC Milan usai kekalahan dari Lazio.  Di Canio menilai Milan sebagai tim yang tidak punya kepribadian.

Mantan pemain Juventus itu juga mengkritik Rafael Leao. “Milan selalu kesulitan melawan tim yang bahkan kurang berbakat ketimbang Lazio, khususnya ketika mereka harus melawan diri sendiri. Leao cuma berjalan-jalan dan hanya memberi solusi dalam serangan balik. Anda tidak bisa punya pemain yang berjalan-jalan selama 70 menit sementara yang lainnya mengorbankan diri sendiri, dan kemudian marah karena mereka tidak dapat kesempatan main. Allegri harus menyelesaikan masalah itu,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *