Ilustrasi – Penumpang Transjabodetabek rute S61 Alam Sutera – Blok M tiba di Halte Transjakarta Blok M.
JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyebutkan rute baru Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akan dapat menekan kemacetan di sekitar wilayah Bandara Soetta.
“Sekitar 70 sampai 80 persen masyarakat yang pergi ke Bandara Soekarno Hatta saat ini masih menggunakan kendaraan pribadi,” kata Pramono di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan dan juga dari laporan lapangan, total masyarakat yang mengunjungi Bandara Soekarno Hatta kurang lebih 54,9 juta orang setiap tahunnya.
“Angkanya signifikan. Sehingga kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi untuk menambah beban atau traffic jam di lapangan,” ujar Pramono.
Oleh karena itu, rute Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno Hatta diharapkan mampu menjadi solusi bagi kemacetan serta bermanfaat untuk masyarakat.
Dia pun meyakini, nantinya rute ini akan menjadi salah satu yang sangat diminati masyarakat. Dengan 14 bus yang diluncurkan untuk rute tersebut, diprediksi sekitar 1.900 sampai 2.000 penumpang akan dilayani setiap harinya.
“Seperti ketika kita menargetkan untuk Transjabodetabek Blok M – Bogor yang waktu itu rencananya 2.000 penumpang, sekarang hari libur itu sudah 8.500 lebih. Bahkan average-nya udah di atas 7.000. Sehingga kemanfaatan Transjabodetabek bagi warga Jakarta dan sekitarnya memang cukup tinggi,” papar Pramono.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan jenis bus untuk rute Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno Hatta (Soetta) memiliki tempat untuk meletakkan tas hingga koper.
“Di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper. Walaupun pasti kalau orang bepergian kan kopernya banyak, nggak semua koper itu akan bisa mendapatkan tempat tersendiri, sehingga ada beberapa koper yang pasti nantinya bersama penumpang. Itu konsekuensinya,” jelas Pramono.
Luncurkan Transjabodetabek
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
“Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu untuk meresmikan layanan Transjabodetabek SH2 Blok M – Bandara Soekarno-Hatta,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan rute baru tersebut di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi Pemerintah Jakarta yang telah meluncurkan Transjabodetabek rute tersebut karena pada pagi hari sebagian besar penduduk Tangerang banyak yang berangkat bekerja ke ibu kota.
Sehingga, lanjut dia, dengan adanya rute baru tersebut diharapkan kemacetan dapat teratasi.
“Ditambah Kota Tangerang sebagai kota jalur lintas, baik dilintasi oleh tol, baik Jakarta-Merak, Bandara Soekarno-Hatta, juga ada jalan nasional Jakarta Serang, yang namanya Jalan Daan Mogot dan Gatot Subroto. Barangkali dengan adanya peluncuran Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno Hatta ini akan bisa meminimalisir kemacetan di beberapa titik,” jelas Sachrudin.
Adapun rute tersebut akan berhenti di 23 titik dengan durasi perjalanan kurang lebih 121 menit. Rute ini memiliki panjang lintasan 65,1 kilometer.
Sebanyak 14 bus akan disediakan untuk rute tersebut. Sementara waktu tunggu atau headway rute ini sekitar 10 sampai 20 menit. *
