Ketum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo.
SOLO (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo menghadiri Kebaktian Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di Solo, Sabtu (7/3/2026), sore di Gedung Pertemuan PMS (Perkumpulan Masyarakat Surakarta), Solo.
Ketum MATAKIN tiba di lokasi puku 15.30 WIB dan disambut oleh Ketua MAKIN Solo Henry Susanto bersama sejumlah pengurus MAKIN Solo.
Kegiatan Kebaktian yang menghadirkan narasumber Cendekiawan dan Tokoh Muda Khonghucu Js. Kris Tan ini diikuti oleh sekitar 500 umat Khonghucu se Jawa Tengah, Jawa Timur, Priangan Timur serta Karawang.
Tema kebaktian ini yaitu “Kebijakan Pemimpin Laksana Angin yang Berhembus, kemana Angin Berembus , kesitulah Rumput Mengarah”.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Khonghucu Jawa Tengah yang diwakili Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Hartanto, perwakilan Kantor Kemenag Kota Surakarta, Ketua DPN PAKIN (Pemuda Agama Khonghucu Indonesia) Aristya Angga Susanto, Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Tengah Ws. Andi Gunawan, Pengurus PMS dan tokoh agama/masyarakat Kota Solo.
Kebaktian diawali dengan pembacaan doa pembuka oleh Ws, Adjie Chandra (Rohaniwan MAKIN Solo) dilanjutkan dengan lagu rohani Khonghucu, pembacaan Ayat Suci, sambutan – sambutan dan dilanjutkan dalam Jiang Dao oleh Js. Kris Tan yang dikemas dalam bentuk Talk Show.
Mengawali sambutannya, Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo mengatakan bahwa kondisi agama Khonghucu sekarang relatif jauh lebih baik.
“Saat ini perkembangan agama Khonghucu sudah semakin signifikan dan jauh lebih baik, diantaranya sudah berdiri Sekolah Tinggi Agama Khonghucu, baik yang swasta maupun yang negeri yang sudah diresmikan pada bulan November 2025 yang lalu oleh Menteri Agama” kata Budi.

“Kemudian MATAKIN sudah memiliki Gedung Diklat sendiri di Cianjur yang sebentar lagi akan diresmikan, ada fasilitas aula dan tempat tidur untuk menginap, Kitab Suci Khonghucu pun relatif sudah diterjemahkan semua,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ketum Budi menegaskan bahwa saatnya generasi muda Khonghucu untuk terus mengasah dan mempersiapkan diri untuk tampil ke depan melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Namun tantangan ke depan akan semakin berat, akhir tahun ini kita mengadakan MUNAS, saatnya generasi ke depan untuk maju dan menggantikan yang senior’ pesan Ketum Budi.
“Kita jangan hanya jadi pengikut pasif, namun mulai sekarang semuanya kembali berpikir mengenai apa yang bisa dikontribusikan untuk organisasi ini, kita butuh diri kita sendiri yang berjuang, jangan hanya mengandalkan orang lain, karena kalau kita diam, tidak berinisiatif dan bergerak, lama – kelamaan kita akan mati. Saya menaruh harapan kepada angkatan Js. Kris Tan ke bawah, semoga bisa segera dapat melanjutkan kepemimpinan ini, agar organisasi yang kita cintai ini ini tidak mati dengan sendirinya,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Ketum MATAKIN juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan dari Ketua MAKIN Pekalongan Haryanto terhadap perkembangan MATAKIN, terutama pembangunan Gedung Diklat di Cianjur.
“Pada bulan Mei nanti, Gedung Diklat MATAKIN di Cianjur, Jawa barat akan diresmikan, semua itu berkat dukungan dari berbagai pihak terutama oleh Pak Haryanto dari Pekalongan. Saya sangat terharu, banyak orang kita lebih kaya dan lebih kuat dari Pak Haryanto, namun soal panggilan jiwa dan cinta, beliau tidak ada lawan,” ujar Budi.

Dia berpesan bahwa pemimpin ke depan bukan hanya perlu TRUSTED atau dipercaya tapi yang FULLY TRUSTED atau sangat dipercaya, F nya itu Fighter atau petarung, U nya unity (menyatukan), L (Leadership), L lagi yaitu Leverage atau mampu mengangkat derajat organisasi, Yield jelas tracm recordnya atau punya hasil, kemudian memilki Team dan Time. Kuat Relationsnya, mempunyai Sense of Urgency (tahu mana yang penting dan tidak penting), S (Sincerity atau ketulusan), punya Target, sifat Egaliterian dan terakhir Pemimpin itu harus Direction, Discipline.
Dalam Jiang Dao nya, Js. Kris Tan memaparkan bahwa menghadapi tantangan dan perubahan zaman serta kemajuan teknologi yang sangat pesat, kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini yaitu pemimpin yang fleksibel, mudah beradaptasi, visioner namun tetap tegas dalam prinsip.
Selain kegiatan ibadah dan talk show, untuk menambah kemeriahan berbagai pertunjukan seni dan hiburan dari berbagai MAKIN juga ditampilkan, diantaranya lagu mandarin, Lion Dance, Tarian, Wushu dan lain – lain.
Pada Minggu (8/3/2026), dengan penuh semangat sebagian peserta kebaktian menyempatkan berziarah ke Makam Da Xs Tjhie Tjay Ing di Delingan, Karanganyar. **
