Laga Liverpool kontra Wolverhampton Wanderers.
WOLVERHAMPTON – Wolverhampton Wanderers sukses mengalahkan Liverpool 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Molineux Stadium, Rabu (4/3) dini hari WIB.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Wolves memimpin 1-0 lebih dahulu lewat Rodrigo Gomes di menit ke-78. Mohamed Salah kemudian memaksa skor imbang 1-1 melalui gol di menit ke-83. Liverpool akhirnya harus pulang dengan nol poin setelah gawang mereka dibobol oleh Andre Trindade pada injury time.
Manajer Wolverhampton Wanderers, Rob Edwards memuji penampilan bagus yan ditunjukkan oleh para pemainnya. “Ini bukan hanya soal kepercayaan diri, tapi juga soal etos kerja. Butuh waktu dan dengan hasil yang terlihat, orang akan lebih memperhatikan, tetapi butuh waktu untuk menyadari betapa kerasnya Anda harus bekerja untuk mendapatkan sesuatu dari sebuah pertandingan sepak bola, terutama di level ini,” uajr Edwards dilansir dari laman resmi klub.
Ia mengaku timnya tidak sekelas klub besar lainnya. “Jelas, saat ini kami memiliki skuad yang sangat kecil, tetapi semua orang bersatu, semua orang berjuang bersama. Semua orang merasa bahwa mereka tidak terlalu jauh dari tujuan. Kami memiliki kelompok yang solid yang saling mendukung, bekerja keras dan menunjukkan bahwa kami mungkin tidak seburuk yang orang kira,” uajr Edwards.
Setelah laga ini, The Old Gold akan kembali menghadapi The Reds pada pertandingan putaran kelima Piala FA yang akan digelar di markas mereka pada akhir pekan mendatang. Edwards mengaku masih belum memikirkannya namun yang jelas Wolves akan kembali mencoba untuk kembali meraih kemenangan.
“Saya mungkin telah membuat mereka (Liverpool) cukup marah sekarang, jadi kita lihat saja nanti. Tapi kami harus fokus satu per satu dan saya katakan sebelum pertandingan saat menghadapi Villa bahwa kami ingin mencoba memenangkan setiap pertandingan. Kami tahu betapa sulitnya melakukan itu, kami melihat betapa bagusnya Liverpool, dan saya tahu kami harus mengandalkan keberuntungan di beberapa momen,” ujar Edwards.
Pergantian tahun turut mengubah peruntungan Wolverhampton Wanderers. Dari 19 laga tanpa kemenangan, Wolves tahun ini sudah mengalahkan Aston Villa dan Liverpool. Sepanjang paruh pertama musim 2025/2026, Wolves kesulitan meraih kemenangan. Dari 19 laga Premier League, mereka tak sekalipun menang. Rinciannya, Wolves hanya mampu mencatat tiga hasil imbang dan menelan 16 kekalahan.
Sementara manajer Liverpool Arne Slot sampai bingung timnya kepayahan menjebol gawang lawan. Lini depannya yang diisi Salah, Hugo Ekitike dan Cody Gakpo, kesulitan menyelesaikan sejumlah peluang. Salah satu momennya bahkan ketika Gakpo justru menggagalkan upaya Federico Chiesa bikin gol di garis gawang Wolves.
“Hasil yang buruk. Paruh pertama jauh dari memuaskan, tapi paruh kedua ada sedikit lebih banyak urgensi. Kami dekat untuk mencetak gol, tapi kemudian kebobolan saat lawan masuk ke area kotak penalti kami. Kami langsung membalas dan dua kali hampir mencetak gol penentu, tapi pada akhirnya kebobolan tendangan yang membentur, bahkan bukan berupa peluang nyata,” ujar Slot, dikutip dari NBC Sports.
Kekalahan atas Wolverhampton Wanderers membuat Liverpool masih tertahan di peringkat 6 klasemen Liga Inggris dengan 48 poin. Kapten Virgil van Dijk merasa timnya masih sering membuat keputusan yang salah.
“Sebagai tim, kami ingin memulai pertandingan sebaik mungkin dan di pertandingan terakhir kami melakukannya, kali ini kami menguasai bola sebagian besar waktu, tetapi kami masih membuat keputusan yang salah. Kebobolan selalu membuat frustrasi. Kami baru saja mencatatkan beberapa clean sheet, pertahanan kami sangat solid, tetapi begitulah adanya dan kami harus segera melupakan kekalahan ini dan kami ingin tampil baik di Piala FA,” kata Van Dijk yang dikutip dari BBC.***
