Barca Menang, Tapi Atletico yang ke Final

Laga Barcelona kontra Atletico Madrid. Atletico unggul agregat 4-3.

BARCELONA –  Atletico Madrid melenggang ke final Copa del Rey, walau dalam laga leg kedua babak semifinal dikalahkan Barcelona dengan skor 0-3. Kemenangan 4-0 di leg pertama, membuat Atletico unggul agregat 4-3.

Dalam laga di  Camp Nou, Rabu (4/3) dini hari WIB itu membuka keunggulan di menit ke-29. Marc Bernal menuntaskan umpan silang Lamine Yamal dengan tap-in di depan gawang Atletico yang dijaga Juan Musso.

Barca lalu menggandakan skor di injury time babak pertama. Pelanggaran Marc Pubill terhadap Pedri yang di kotak penalti memaksa wasit Ricardo De Burgos menunjuk titik putih. Raphinha selaku eksekutor berhasil mengecoh Musso yang salah menebak arah bola.

Pada babak kedua, Bernal mencetak gol keduanya di menit ke-72 usai menyambut umpan silang dari Joao Cancelo dengan tembakan jarak dekat ke sudut kanan gawang Atletico tanpa bisa dijangkau Musso.

Pelatih Atletico Diego Simeone terlihat mengobrol dengan Hansi Flick setelah peluit akhir. Ia mengakui bahwa dia telah memberi selamat kepada pelatih atas penampilan timnya.

“Dia memberi tahu saya pendapatnya tentang situasi yang terjadi dalam pertandingan, dan saya mengatakan kepadanya bahwa mereka bermain dengan brilian. Saya berharap kita dapat saling berhadapan di perempat final Liga Champions sehingga kita dapat bersaing dengan kemampuan terbaik kita.  Pedri, (Alejandro Balde), Bernal melakukan upaya yang luar biasa. Sulit untuk mempertahankan intensitas babak pertama. Masuknya (José María) Giménez memberi kami kedewasaan. Kedewasaan itu memang dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Simeone.

Atletico tampil bertahan total di menit-menit akhir demi mengamankan agregat.

Simeone menegaskan timnya layak lolos ke partai puncak jika melihat performa dalam dua leg. ‘Kami sudah beberapa kali nyaris kembali ke final dalam beberapa tahun terakhir, dan dalam duel dua leg ini kami lebih baik daripada Barcelona,” kata Simeone.

Simeone juga berharap Antoine Griezmann tetap bertahan hingga final, di tengah rumor kepindahannya ke klub MLS, Orlando City. “Saya berharap dia bermain di final. Dia pantas mendapatkannya lebih dari siapa pun,” kata Simeone.

Griezmann sendiri langsung meledek Blaugrana. Usai pertandingan, Griezmann langsung bikin unggahan di media sosial. Ia membagikan foto tengah selebrasi, dengan latar pemain Barcelona meratapi kekalahan di belakangnya.

Sebuah keterangan singkat ditulis Griezmann, dengan nada sindiran. “Apakah gambar ini terlalu kasar?” tulisnya, yang langsung mendapat puluhan ribu komentar dan ratusan ribu like.

Bagi Atletico, mereka akhirnya bisa kembali ke final setelah 13 tahun. terakhir kali mereka ke babak puncak terjadi pada musim 2012/2013, ketika juara usai mengalahkan Real Madrid 2-1.

Gelandang Atletico, Koke mengatakan timnya sudah melakukan apa yang semestinya dilakukan. “Sudah lima tahun sejak kami memenangkan trofi, kami ingin mencapai final untuk para penggemar. Kami tahu akan menderita, dan tim melakukan apa yang harus dilakukan untuk lolos,” ujar Koke.

Sementara pelatih Barca Hansi Flick mengaku kecewa dengan hasil ini. “Kami kecewa, tetapi bisa sangat bangga dengan performa hari ini, Ini  pertandingan luar biasa dari kami dan kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Namun pada akhirnya tidak terjadi dan kami harus menerimanya,” ujarnya di situs klub.

Flick juga berbicara tentang Pedri yang menampilkan performa spektakuler lainnya. Pelatih terlihat memberi isyarat kepada gelandang tersebut di babak kedua, seolah-olah bertanya apakah ia ingin diganti, tetapi Pedri ingin tetap bermain.

 “Kami membutuhkan Pedri di lapangan. Saya sangat senang dia tidak cedera karena membiarkannya bermain selama 90 menit adalah sebuah risiko,” tuturnya

Flick memang kehilangan Jules Kounde dan Alejandro Balde karena cedera selama pertandingan, dengan kedua pemain terpaksa keluar lapangan karena masalah fisik, membuat sang manajer frustrasi.

Winger Barcelona Raphinha menyebut timnya sudah tampil habis-habisan  “Saya bangga dengan tim. Kami memberikan segalanya sejak awal. Kami kecewa karena kami ingin berada di final. Kami pantas mendapatkannya untuk laga ini. Kami harus menghormati apa yang telah dilakukan Atlético; mereka adalah tim yang hebat. Mereka bermain sangat baik, mempertahankan gawang mereka sendiri,” ujar Raphinha usai laga, dikutip Marca.

Barcelona pun gagal mempertahankan trofi Copa del Rey. Barca bertekad menebusnya dengan menjuarai LaLiga dan Liga Champions.

Saat ini Barca unggul empat poin dari Real Madrid di puncak klasemen Liga Spanyol. Sementara di Liga Champions, Barcelona akan menghadapi Newcastle United di babak 16 besar.

“Kami kurang sedikit lagi, leg pertama mempengaruhi kami. Tapi kami harus jalan terus seperti ini, dengan begitu kami akan memenangi dua gelar yang tersisa. Kami masih ada dua gelar penting lagi. Main seperti ini kami bisa memenangi keduanya,” kata bek Barcelona Ronald Araujo seperti dilansir AS.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *