Lammens Tembok Kokoh MU 

Senne Lammens, Pemain Manchester United.

MANCHESTER – Senne Lammens menjadi sosok penjaga gawang tangguh di Manchester United (MU). Dibandingkan dengan Peter Schmeichel, kiper asal Belgia itu merendah.

Di posisi kiper Man United, Lammens tak tergantikan. Pemain berusia 23 tahun itu sudah tampil 21 kali untuk Setan Merah. Lammens sudah mencatatkan sebanyak 48 penyelamatan untuk Man United. Selain itu, dia juga menorehkan lima clean sheet.

Ada yang membandingkan Lammens dengan Schmeichel. Bersama MU, mantan kiper asal Denmark itu meraih prestasi tinggi. Schmeichel memperkuat MU dalam rentang 1991-1999. Dia sudah bermain sebanyak 398 kali dengan sumbangan satu gol.

Bersama MU, Schmeichel memenangi sebanyak 15 trofi. Pencapaian paling fenomenal Schmeichel bersama MU adalah saat meraih treble pada 1998/1999. Lammens mengaku masih harus banyak membuktikan diri untuk disamakan dengan Schmeichel.

“Saya tidak terlalu mendengarkannya saat pertandingan berlangsung, tetapi saya melihatnya setelah itu. Saya bukan Schmeichel yang sedang menyamar. Saya hanyalah Senne Lammens yang mencoba membantu tim. Itu adalah pujian yang luar biasa, tetapi kita harus realistis. Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah ada. Saya harus membuktikan jauh lebih banyak lagi untuk bisa berada di level yang sama dengannya,”  kata Lammens seperti dikabarkan oleh BBC.

Dibeli MU dari Antwerp pada Oktober tahun lalu senilai 18,1 juta Poundsterling, Lammens langsung merebut posisi utama. Meski timnya menjalani musim yang sulit khususnya saat masih ditangani Ruben Amorim, namun kiper 23 tahun itu jadi salah satu aspek positifnya.

Lammens memberikan ketenangan di pertahanan. Penjaga gawang asal Belgia itu pelan-pelan berhasil membangun kepercayaan dengan rekan-rekan setimnya, yang pada prosesnya juga membentuk kepercayaan dari para suporter.

Sejauh ini ia sudah mencatatkan lima clean cheet dari 21 penampilan di Liga Inggris. Penampilan konsistennya, juga minim eror, menjadi salah satu alasan MU bisa menanjak ke empat besar.

Lammens menyebut dirinya mencoba fokus pada detail-detail dan berusaha jadi kiper yang punya kemampuan merata. Baginya kiper tak semata soal penyelamatan gemilang.

“Hal pertama yang harus Anda lakukan sebagai seorang kiper adalah melakukan penyelamatan. Tetapi saya juga sangat bangga kalau melakukan hal-hal lain dengan baik. Mungkin itu tak selalu hal-hal yang bombastis, tapi kalau Anda sedikit mengerti soal menjaga gawang, sama pentingnya untuk rekan satu tim Anda percaya Anda dan membantu tim,” ungkapnya.

Namanya kini makin melambung, apalagi mengingat MU terus menanjak hasilnya dan telah kembali ke empat besar. Lammens pun diprediksi bisa menjadi sosok kunci untuk Setan Merah ke depannya.

Menjadi kiper utama MU, salah satu klub terbesar di dunia, dan tengah menanjak namanya, Lammens punya alasan untuk sedikit arogan. Tapi kiper internasional Belgia itu lebih menikmati kehidupan sederhana dan biasa-biasa saja.

“Saya coba menunjukkan ke dunia bahwa saya cuma manusia normal, menunjukkan bahwa semua orang bisa berhasil. Ada orang-orang dengan pola pikir dan gaya hidup yang agak berbeda. Tidak ada yang salah. Tapi juga, itu mungkin membuat anak-anak merasa lebih sulit untuk mencapainya,” ujarnya.

MU selanjutnya melawan Crystal Palace pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Laga itu digelar di Stadion Old Trafford, Minggu (1/3) malam WIB. Aksi Lammens layak ditunggu di bawah mistar MU.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *