Menu MBG Ramadan di Kabupaten Cirebon dikeluhkan orang tua siswa.
CIREBON (LB)- Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Cirebon menuai keluhan dari orang tua siswa. Di SDN I Warukawung Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon terkuak, selama tiga hari pelaksanaan di bulan Ramadan, menu yang dibagikan dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran.
Ironisnya goody bag yang seharusnya menjadi hak siswa diduga diambil kembali, walaupun telah dianggarkan. Keluhan tersebut disampaikan Faizal (42), orang tua siswa kelas IV SDN 1 Warukawung. Ia menyebut menu yang diterima anaknya selama tiga hari berturut-turut tidak berubah, yakni roti, kacang, susu kotak, dan kurma.
“Kalau dihitung, nilainya paling mahal sekitar tujuh ribuan,” ujarnya Kamis (26/2).
Faizal juga menyoroti keseragaman menu untuk seluruh jenjang kelas, dari kelas I hingga VI. Padahal, menurutnya, besaran anggaran MBG berbeda untuk setiap jenjang.
“Menunya disamaratakan, padahal anggarannya berbeda,” katanya.
Keluhan serupa ramai disampaikan orang tua melalui media sosial sejak hari pertama pembagian MBG. Namun hingga hari ketiga, praktik yang dipersoalkan mulai dari pengambilan kembali goody bag hingga menu yang dinilai di bawah standar, masih terus berulang.
Orang tua siswa lainnya, Asep (bukan nama sebenarnya), mengaku mengalami hal yang sama. Dia menyatakan kekecewaannya karena menu MBG yang diterima anaknya dinilai tidak layak dan minim variasi.
“Kami merasa dibohongi. Menunya hampir sama setiap hari, baik jenis maupun jumlahnya,” ujar Asep.
Asep juga mengkritik respons pihak penyelenggara di sekolah yang dinilainya normatif saat orang tua mempertanyakan distribusi MBG. Selain itu, ia menilai pengambilan kembali goody bag tidak memiliki dasar yang jelas.
“Kalau memang ada anggarannya, kenapa harus diambil lagi,” ujarnya.
Para orang tua lainnya berharap Pemkab Cirebon bersama aparat penegak hukum, yakni Kepolisian dan Kejaksaan segera turun tangan untuk menelusuri dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG tersebut. Mereka meminta evaluasi dan penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG di Kabupaten Cirebon terkait keluhan para orang tua tersebut. *
