Prof Satyanegara Mendapatkan Penghargaan Adi Satya Utama Ikatan Dokter Indonesia

Ketua IDI wilayah Banten, Dr. Darmawan M Sophian, Sp. M(K) menyematkan pin penghargaan Adi Satya Utama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kepada  Prof DR Dr Satyanegara, Sp.BS. (foto: sw)

JAKARTA –  Prof DR Dr Satyanegara, Sp.BS mendapatkan penghargaan Adi Satya Utama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bersama dua dokter lainnya. Acara itu berlangsung di Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Sabtu (22/3), yang  dihadiri sekitar 60 orang anggota dan praktisi medis.

Prof Satyanegara mengaku, bahwa panitia mengirimkan undangan beberapa hari sebelumnya untuk pemberian penghargaan dan buka puasa bersama (bukber) pengurus IDI cabang se-Banten, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSp) dan keseminatan.

“Acara utamanya, undangan bukber, tapi mendadak (berubah). Dua hari sebelumya, saya sudah diberitahu Ketua IDI, bahwa ada penghargaan. Kalau di Indonesia, tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah, ada Satyalancana Karya Satya, Bintang Mahaputera. Penghargaan Adi Satya Utama,”  kata Prof Satyanegara.

Ketua IDI wilayah Banten Dr Darmawan M Sophian dan Prof Satyanegara.

Sebelum bukber, Ketua IDI wilayah Banten Dr. Darmawan M Sophian, Sp. M(K) menyosialisasikan hasil Muktamar IDI XXXII tahun 2025, yang dilaksanakan di Mataram, Lombok  pada 12-15 Februari lalu. Sementara untuk rencana Muktamar 2028 mendatang, pengurus IDI Banten antusias agar penyelenggaraan berlangsung di Tangerang.

Mengingat, wilayah Tangerang dan sekitarnya (Tangsel, Serang) sudah semakin banyak berdiri rumah-rumah sakit, IDI wilayah Banten mengaku siap untuk menjadi tuan rumah Muktamar 2028.

“Kemarin, panitia membeberkan mengenai potensi dan prospek Banten untuk layanan medis dan perawatan. Tapi belum ada keputusan mengenai rencana Banten sebagai penyelenggara Muktamar 2028,” kata Prof Satyanegara.

Untuk diketahui, sebelumnya Prof Satyanegara pernah menerima penghargaan untuk bidang kedokteran dari Achmad Bakrie Award tahun 2011. Penghargaan ini diberikan atas jasanya dalam menemukan protein dan antibodi spesifik untuk mematikan tumor.

Penghargaan Achmad Bakrie untuk Tokoh dan Ilmuwan, untuk beberapa bidang antara lain pemikiran sosial, bidang sastra, bidang kedokteran dan bidang sains

“Tapi keduanya (penghargaan IDI dan Bakrie Award) berbeda. Penghargaan IDI menyangkut pengabdian profesi dokter kepada masyarakat. kalau Bakrie Award, karena gelar Doktor atau S3 (yakni) spesialis kajian imunologi tumor otak. Kami menemukan protein dan antibodi spesifik tumor otak yang dapat menghambat pertumbuhan dan memusnahkan sel-sel tumor,” kata Prof Satyanegara. (sw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *