PERWANTI SULAWESI SELATAN: Merlina Sutanto mengibarkan bendera PERWANTI Provinsi Sulawesi Selatan usai menerima dari Helga Abraham.
MAKASSAR – Ketua Umum Persaudaraan Wanita Thionghoa Indonesia (PERWANTI) Pusat, Helga Abraham mengukuhkan dan melantik Dewan dan Pengurus PERWANTI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2026–2030 di Grand Maleo Hotel Makassar, Sabtu (31/1).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 Wita itu disaksikan ratusan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2030, serta perwakilan pengurus kabupaten dan kecamatan.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut ditandai dengan pembacaan Credo Perwanti oleh seluruh pengurus dan penyerahan bendera dari Ketum PERWANTI Pusat Helga Abraham kepada Ketua PERWANTI Sulawesi Selatan, Merlina Sutanto.

Merlina Sutanto dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab dan komitmen pengabdian sosial.
“Ini adalah amanah untuk melanjutkan pengabdian, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, penguatan persaudaraan dan persatuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” kata Merlina.

Ia menandaskan, PERWANTI memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kepedulian sosial dan solidaritas di tengah keberagaman. Dan perempuan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga penggerak dan pelopor perubahan.
“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan hati, menjunjung tinggi kebersamaan, kejujuran dan saling menghormati. Perbedaan pendapat adalah kekuatan jika disatukan untuk memajukan PERWANTI Sulsel,” katanya.

Dan dalam waktu dekat, Perwanti Sulsel dijadwalkan menggelar bakti sosial pada 5 Februari 2026 dengan menyasar 170 warga prasejahtera. “Ini menjadi agenda terdekat sebagai wujud nyata kepedulian sosial,” tuturnya.
Ketua Umum PERWANTI, Helga Abraham menyebutkan, pengukuhan dan pelantikan ini sebagai momentum awal babak baru pelayanan sosial organisasi perempuan Tionghoa di Sulawesi Selatan.

“PERWANTI bukan hanya organisasi perempuan, tetapi ruang bagi perempuan Tionghoa Indonesia untuk bersuara, berkarya dan menjadi pilar perubahan,” ujarnya.
Helga menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi sosial tidak diukur dari jabatan, melainkan dari keikhlasan dalam melayani masyarakat.
“Saya percaya, PERWANTI Sulawesi Selatan memiliki kekuatan menjadi motor gerakan sosial yang nyata, membantu masyarakat, memberdayakan perempuan, serta menjadi mitra strategis PSMTI,” jelasnya.

Ia berharap empat tahun ke depan menjadi periode penuh inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Kegiatan pengukuhan dan pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen PERWANTI Sulawesi Selatan untuk terus fokus pada kegiatan sosial dan penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.***
