Rektor Doddy Surja Bajuadji, didampingi Wakil Rektor bidang Operasional Martina Venny saat peresmian.
TANGERANG (LB)—UBM (Universitas Bunda Mulia) kembali memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan meresmikan tiga fasilitas sekaligus untuk pembelajaran terpadu di UBM Tower, Kampus Serpong.
Fasilitas ini mengintegrasikan The UBM Library, The UBM Design Studio, dan The UBM Immersive Design Lab dalam satu kosistem pembelajaran modern.
Fasilitas ini diresmikan pada 26 Januari 2026 lalu oleh Rektor Universitas Bunda Mulia Doddy Surja Bajuadji, melalui pengguntingan pita di The UBM Library, sebuah perpustakaan yang modern dan nyaman yang dirancang sebagai fondasi penguatan literasi akademik.
Perpustakaan ini terdiri dari ruang belajar yang nyaman, ruang-ruang diskusi, ruang kolaborasi untuk menciptakan ide-ide baru dan juga memiliki The UBM café yang menyediakan minuman dan makanan untuk menemani mahasiswa belajar dan membaca buku.

“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi tidak lagi dapat berjalan secara terpisah antara literasi, kreativitas, dan teknologi. Ketiganya harus hadir dalam satu ekosistem pembelajaran yang saling terhubung agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia nyata,” ujar Doddy Surja Bajuadji, dalam siaran pers tertulis.
Selain The UBM Library, dua fasilitas lainnya yang ikut diresmikan adalah The UBM Design Studio dan The UBM Immersive Design Lab.
The UBM Design Studio menjadi ruang apresiasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual UBM, untuk membuat beragam karya kreatif mulai dari seni lukis, ilustrasi, fotografi, buku visual, hingga desain produk.
Sementara itu, The UBM Design Immersive Lab menghadirkan ruang eksplorasi berbasis teknologi sebagai adaptasi digital dari karya mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Fasilitas ini memungkinkan pengalaman belajar yang imersif, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif serta perkembangan teknologi masa depan.
Laboratorium ini juga merupakan komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap mengahadapi tantangan era digital.

“Melalui pemanfaatan teknologi imersif, mahasiswa khususnya Desain Interaktif diharapkan mampu mengebangkan cara berpikir kritis, kolaboratif, serta inovatif. Laboratorium ini juga membuka peluang bagi dosen dan dapat menjadi wadah kolaborasi lintas program studi, disiplin, bahkan institusi dan industri,” tambah Indah Tjahjawulan, Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Bunda Mulia.
Kehadiran ketiga fasilitas ini menandai lahirnya ekosistem pembelajaran yang utuh, menghubungkan proses membaca, mencipta, dan mengalami, sekaligus menegaskan arah strategis Universitas Bunda Mulia dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, kolaboratif, dan berorientasi pada dunia nyata – tentunya dengan kurikulum berbasis praktik, kolaborasi industri, dan pemanfaatan teknologi terkini, UBM memastikan lulusan Desain Komunikasi Visual dan Desain Interaktif tidak hanya siap bekerja, tetapi siap memberi nilai tambah dan inovasi di dunia professional, sejalan dengan komitmen Bridging Education to the Real World.

Bedah Buku
Dalam rangka peresmian fasilitas ini juga diadakan bedah buku di The UBM Library, hasil karya dari Dosen DKV UBM dengan judul “Prinsip dan Panduan Penggunaan Kecerdasan Artifisial bagi Profesional Praktisi, Akademisi dan Institusi Pendidikan”.
Buku ini berisi tentang pedoman etis bagi para desainer, akademisi, dan institusi pendidikan untuk dapat menghargai proses desain dan menempatkan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses penciptaan karya. **
