Kapolda Jabar Perintahkan Evakuasi Korban di Lubang Emas Antam Dilanjutkan

Kapolda Jawa Barat, Irjen (Pol) Rudi Setiawan mengucapkan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia, mereka berasal dari Desa Malasari, Nanggung, Desa Urug, Sukajaya dan Cigudeg.

CIBINONG (LB)- Kapolda Jawa Barat, Irjen (Pol) Rudi Setiawan mengucapkan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia, mereka berasal dari Desa Malasari, Nanggung, Desa Urug, Sukajaya dan Cigudeg.

Rudi Setiawan pun meminta doa dari keluarga korban, terutama bagi anggota keluarganya yang diduga masih berada di gua atau lubang emas yang berada di kawasan izin usaha pertambangan milik PT. Antam Tbk UPBE Pongkor di Desa Bantar Karet, Nanggung.

Tak hanya itu, Kapolda Jawa Barat dan jajaran Polres Bogor, secara simbolis memberikan bantuan kepada 11  keluarga korban yang meninggal dunia yang diduga terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari kemarin.

“Saya ucapkan turut berduka cita, dan bagi anggota keluarganya yang belum bertemu, do’akan kepulan asap karbon monoksida (CO) berkurang hingga di bawah batas aman 200 PPM (Parts Per Million) agar Tim Rescue PT. Antam Tbk UPBE Pongkor, Basarnas, BPBD Kabupaten Bogor dan lainnya bisa melanjutkan proses evakuasi warga (para penambang emas tanpa izin atau gurandil),” ucap Rudi Setiawan kepada wartawan, Kamis (22/1).

Ia menerangkan, bahwa kadar CO di lubang atau gua emas yang berada di kedalaman 500 hingga 700 masih di atas ambang aman, hingga masih menyulitkan proses evakuasi. “Evakuasi para korban ini bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan,  kami tidak tau apakah yang masih hilang itu berada di lubang atau gua emas yang sama atau ada di lubang – lubang lainnya,” terangnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *