Romeny Senang Cetak Gol Debut, Tapi Kecewa dengan Hasil Laga

Gol Ole Romeny tidak sanggup menyelamatkan Indonesia saat dibantai Australia.

SYDNEY – Ole Romeny mencetak gol dalam laga debutnya bersama Timnas Indonesia. Di satu sisi, dia harus merasakan pahitnya kekalahan dengan seragam Garuda.

Debut Romeny bersama Indonesia terjadi pada Kamis (20/3) sore WIB. Dia jadi starter saat RI bertandang ke markas Australia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia jadi bulan-bulanan Australia dan tumbang 1-5. Satu-satunya gol tim tamu dibuat Ole Romeny pada menit ke-78.

Romeny bermain penuh di laga itu. Sofascore mencatat, pemain klub Oxford United ini mencatatkan 2 tembakan on target, 3 kali menggiring bola melewati lawan, dan memenangkan 4 dari 6 duel.

Gol Romeny menjadi rekor tersendiri buat Indonesia. Itu merupakan gol pertama Garuda di kandang Tim Kanguru dalam tempo 52 tahun. Sebelum Romeny, Iswadi Idris menjadi pemain Timnas Indonesia terakhir yang membobol gawang Australia di kandangnya pada 13 Maret 1973, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 1974 zona AFC (Asia) dan OFC (Oseania).

Saat itu kualifikasi AFC dan OFC Grup B digelar dengan format tuan rumah tunggal yakni Australia. Gol Iswadi tapi tidak begitu berarti lantaran Garuda kalah 1-2. Di pertemuan kedua dengan Australia pada ajang yang sama, Indonesia malah kalah lebih banyak yakni 0-6. Indonesia pun gagal melaju ke babak selanjutnya, sedangkan Australia melaju ke zonal final dan akhirnya merebut tiket Piala Dunia 1974.

Romeny pun mengaku senang bisa menjalani debut bersama Timnas Indonesia, meski pun pada akhirnya harus menelan kekalahan. Dia mempersembahkan laga ini untuk neneknya yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.

“Satu kebanggaan bisa menjalani debut internasional saya buat Indonesia. Sayangnya bukan sesuatu yang kami inginkan, tapi kami akan main lagi Selasa (melawan Bahrain). Dukungannya seperti biasa luar biasa. Deze was voor jou Oma (Ini untukmu nenek),” kata Romeny di Instagram.

Pelatih Patrick Kluivert sendiri menyoroti kekalahan Indonesia. Ia menilai kegagalan penalti Kevin Diks mengubah momentum pertandingan. Bola tendangannya membentur tiang gawang Australia.

“Jika Anda mencetak gol penalti, pertandingan akan benar-benar berbeda. Namun sayangnya, tendangan Kevin membentur tiang gawang dan sejak saat itu, ada sesuatu yang berubah dalam pikiran kami. Kami tak memainkan permainan kami lagi,”  kata Kluivert, dilansir dari The Guardian.

Sementara pelatih Australia, Tony Popovic, sangat senang timnya bisa menang. Baginya membobol lawan lima kali dalam satu laga itu tak mudah.  Lima gol Australia dicetak Jackson Irvine (dua gol), Martin Boyle (penalti), Nishan Velupillay dan Lewis Miller.  “Setiap kali Anda bisa mencetak lima gol, itu menyenangkan. Tapi laga itu tidak mudah,” kata Popovic dilansir dari The West Australian.

Kekalahan ini membuat Indonesia melorot ke urutan lima klasemen Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan 6 poin. Australia di urutan kedua dengan 10 poin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *