Vinicius ‘Protes’ ke Alonso

Ekspresi kecewa Vinicius Junior ke Xabi Alonso.

MADRID – Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, mengaku jarang mendapatkan bola saat pertandingan. Ia pun melakukan protes ke pelatih El Real Xabi Alonso.

Madrid menang 5-1 atas Real Betis di awal tahun 2026. Dalam laga lanjutan di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid mencetak gol via Gonzalo Garcia (3 gol), Raul Asencio dan Fran Garcia.

Vinicius tenggelam pada laga itu. Dia tak memberi kontribusi gol atau assist dalam pesta gol Madrid ke gawang Real Betis tersebut. Whoscored mencatat, Vinicius cuma menyentuh bola sebanyak 52 kali. Dia sekali melepaskan tembakan, tak ada yang mencapai sasaran.

Karena penampilan kurang oke itu, Vinicius pun dicemooh oleh sebagian pendukung Real Madrid. Di pinggir lapangan, Vinicius tertangkap kamera melakukan komplain ke Xabi Alonso dan dibaca oleh ahli pembaca gerak bibir.

“Ini tidak mungkin, bolanya harus dioper pada saya. Semua orang di sini ingin menggiring bola, lalu mereka mencemooh saya. Bilang padanya (Gonzalo Garcia), dia harus mengoper. Tak selalu, tapi setidaknya sekali,” kata Vinicius seperti dikabarkan oleh Movistar+ menurut salah seorang ahli pembaca gerak bibir.

Vinicius belum tampil menggigit musim ini bersama Real Madrid. Baru lima gol dikemasnya dari 25 laga di seluruh kompetisi, walau memang tugas utama mesin gol dipegang oleh Kylian Mbappe.  Ia harus kena rotasi. Saat itulah, beberapa kali pemain asal Brasil itu marah-marah saat ditarik keluar.

Eks pelatih Real Madrid, Fabio Capello memuji cara pelatih Alonso dalam menghadapi drama Vinicius. Alonso disebutnya, sukses menangangi tanpa harus bikin drama lagi.

“Xabi Alonso sempurna saat menghadapinya. Di depan seluruh stadion dan seluruh penggemar, itu bukan tempat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mereka menyelesaikannya di ruang ganti, yang terpenting, Vinicius sudah meminta maaf. Harus ada rasa hormat di dalam tim,” kata Capello dilansir dari Tribuna.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *