JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekor pada perdagangan Selasa (6/1), seiring dengan menguatnya harga komoditas logam di tingkat global.
IHSG ditutup menguat 74,41 poin atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.
Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, CPRO, YOII, PNLF dan MBSS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.369.030 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 67,93 miliar lembar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 256 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 685,30 poin atau 1,32 persen ke 52.518,10, indeks Hang Seng menguat 363,20 poin atau 1,38 persen ke 26.710,44, indeks Shanghai menguat 60,25 poin atau 1,50 persen ke 4.083,66 dan indeks Strait Times menguat 59,47 poin atau 1,27 persen ke 4.739,97.***
