Tampil Impresif, Tottenham Libas Crystal Palace 

Selebrasi Archie Gray usai mencetak gol ke gawang Crystal Palace.  

LONDON – Tottenham Hotspur membungkam rival sekota Crystal Palace  1-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Selhurst Park, Minggu (28/12) malam WIB.  Gol Archie Gray di pengujung babak pertama sudah cukup memberikan tiga poin bagi Spurs

Tuan rumah mendapat shot on target pertama di menit ke-29 melalui sundulan Justin Devenny, namun bola berhasil diamankan kiper Spurs, Guglielmo Vicario.

Palace kembali mengancam di menit ke-35, namun Vicario kembali mampu menahan tembakan kaki kiri Adam Wharlton dari jarak dekat. Menit ke-42, justru Spurs yang berhasil mencuri keunggulan.

Richarlison berhasil meneruskan sepak pojok Pedro Porro kepada Gray. Pemuda 19 tahun itu kemudian berhasil menanduk bola melewati penjagaan kiper Palace, Dean Henderson.

Pada babak kedua, Palace berupaya menyamakan skor, namun tembakan Devenny di menit ke-56 melambung tinggi, sedangkan sundulan Maxence Lacroix lewat situasi sepak pojok di menit ke-70 melebar di samping kanan.

Spurs mencoba menggandakan keunggulan, namun tembakan jarak jauh Wilson Odobert berhasil diamankan Henderson. Begitu juga tembakan Richarlison pada menit ke-81.

Dengan hasil ini, Spurs naik ke urutan 11 dengan 25 poin. Sedangkan Palace melorot ke posisi sembilan dengan 26 poin.

Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, memberikan pujian  terhadap penampilan impresif  timnya. “Terkadang Anda membutuhkan margin seperti itu untuk sedikit membantu, dan itu bisa sangat membantu dalam pertandingan yang ketat. Pada akhirnya kami berhasil melewatinya. Tim menunjukkan daya tahan yang luar biasa hari ini dan saya pikir keinginan mengalahkan detail dalam pertandingan, keinginan untuk meraih kemenangan,” ujar Frank kepada BBC Match of the Day.

Ia menyebut pemainnya tampil disiplin sepanjang laga. “Saya menyukai kedisiplinan tim, cara kami memberikan sangat sedikit peluang serangan balik yang merupakan ancaman dari Palace. Kedisiplinan untuk tidak memberikan peluang tersebut sangat bagus karena itulah yang mereka inginkan. Kami bertahan dengan sangat baik, mungkin hanya memberikan satu peluang dalam permainan terbuka dan sisanya dari bola mati. Dalam pertandingan yang ketat seperti ini, meraih kemenangan 1-0 dan tanpa kebobolan, dalam performa yang tidak sempurna, adalah hal yang sangat besar,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan hasil ini tentulah sangat menggembirakan. “Setiap kemenangan sangat menyenangkan. Ini adalah kemenangan yang bagus, kemenangan ini menanamkan karakter yang penting dalam tim karena itu akan membantu kami melewati masa-masa sulit, tetapi masih banyak hal yang dapat kami tingkatkan,” ujarnya.

Archie Gray memberikan dukungan kepada sang manajer Frank yang sedang berada di bawah tekanan  Gray mengakui bahwa Spurs mengalami masa sulit dengan hasil yang kurang memuaskan, tetapi percaya bahwa tim tersebut semakin membaik di bawah asuhan Frank.

“Ada beberapa pertandingan yang cukup sulit. Kami telah menampilkan beberapa performa bagus, dan beberapa performa yang kurang bagus. Senang rasanya mendapatkan hasil yang baik dan membalikkan keadaan, dan semoga bisa terus melanjutkan momentum ini. Setiap hari di lapangan latihan bersama manajer, kami mempelajari hal-hal baru dan berusaha untuk menjadi lebih baik sebagai sebuah tim dalam hal menekan dan membangun serangan. Kami belajar hal-hal baru setiap hari, dan kami terus menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu,” kata Gray kepada BBC Sport:

Gol pertama pemain berusia 19 tahun itu menjadikannya pemain Tottenham termuda yang mencetak gol di Selhurst Park sejak Dele Alli pada Januari 2016, dan Gray sangat senang bisa mencetak gol, setelah melakukan debutnya di tim senior untuk Leeds United pada Agustus 2023.

“Ini luar biasa, saya tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Ini adalah perasaan yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Setelah 112 penampilan, saya akan memberi diri saya kelonggaran karena posisi yang telah saya mainkan, tetapi ini adalah perasaan yang luar biasa,” urainya.

Sementara manajer Crystal Palace, Oliver Glasner begitu kecewa dengan hasil ini. “Hasil yang sangat mengecewakan. Ini sedikit mirip dengan banyak pertandingan tahun ini, jika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak bisa menang. Bukannya kami tidak menciptakan peluang, kami hanya melewatkannya saat ini, dan kemudian kami dihukum dengan bola mati. Ini sedikit cerita yang terjadi kurang lebih di setiap pertandingan,” kata Glasner di BBC Match of the Day.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *