Alat berat tengah melakukan normalisasi sungai.
CIREBON (LB)- Balai Besar Wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) mengeluhkan komunikasi dengan Pemkab Cirebon. Meskipun sering mengadakan rapat, namun harusnya Pemkab Cirebon lebih pro aktif. Ini berkaitan dengan banyaknya Bangunan Liar (Bangli) yang banyak berdiri di bantaran sungai di wilayah Pemkab Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BBWSCC, Dwi Agus Kuncoro, Selasa (16/12). Agus menjelaskan, dengan banyaknya Bangli, otomatis normalisasi yang dilakukan pihaknya tidak maksimal, meskipun memang permintaan normalisasi datangnya dari Pemkab Cirebon.
“Setiap mau melakukan normalisasi kami kesulitan dengan banyaknya Bangli. Sementara kewenangan penertiban Bangli itu ada di Pemda. Jadi wajar kalau normalisasi tidak maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, tahun ini saja justru Kabupaten Cirebon merupakan wilayah yang paling banyak lokasi normalisasi sungainya. Tercatat, ada sekitar 25 sungai yang sudah dilakukan normalisasi. Meskipun tidak maksimal namun setidaknya BBWSCC sudah melakukan upaya maksimal.
“Kami ini menangani 7 Kabupaten yang ada di Jawa Barat. Sementara anggaran normalisasi tahun ini hanya punya Rp. 2 miliar. Terus anggarannya untuk menormaliasi 65 lokasi dari kabupaten yang masuk kewenangan kami. Jadi persoalan banjir memang persoalan bersama bukan melulu kesalahan ada di kami,” paparnya.
Seperti diketahui, banjir yang terus melanda Kanbupaten Cirebon, kemungkinan tidak akan pernah usai. Pasalnya semua aliran sungai penyumbang banjir, sedimentasinya sudah sangat tebal. Ironisnya, wilayah wilayah langganan banjir ternyata punya aliran sungai tersendiri sebagai penyuplai banjir.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Cirebon menyebutkan, Kabupaten Cirebon mempunyai sedikitnya 21 aliran sungai di hampir setiap kecamatan. Setiap musim hujan, sungai–sungai tersebut meluap karena diduga sedimentasinya sudah sangat tebal.
Tercatat, puluhan sungai tersebut adalah sungai Winong dan Duan Kalong yang kalau airnya luber bisa membanjir Kecamatan Klangenan di desa jemaras Kidul, Slangit dan Desa Kreo. Ada lagi sungai Cipager yang sering merendam Kecamatan Tengah Tani, Talun dan Kecamatan Weru.
Ada lagi sungai Winong dan Bluwukan yang sering membanjiri Kecamatan Panguragan dan Suranenggala. sungai ini berdekatan dengan sungai Wangan Ayam yang sering mengirimkan air dengan intensitas tinggi ke Kecamatan Susukan. Kecamatan Gunungjati juga salah satu wilayah yang sering terdampak banjir yang cukup parah. Kecamatan ini menjadi penerima air dari sungai Bondet, Pekik, Condong, Bandil dan sungai Sipe. *
