Xabi Alonso dan Jude Bellingham hadapi tantangan berat bersama Real Madrid.
MADRID – Real Madrid melempem belakangan ini dan pembicaraan soal perubahan mulai terdengar. Striker Jude Bellingham juga ikut meredup. Gelandang asal Inggris itu dihujani kritik dari dalam negaranya sendiri.
Setelah mengemas 38 gol dan 28 assist di dua musim pertama di Madrid, Bellingham menjalani musim ketiga yang rumit. Bellingham baru mengemas empat gol dan tiga assist dalam 17 penampilannya untuk Los Blancos di seluruh kompetisi.
Satu assist Bellingham melahirkan gol Rodrygo ke gawang Manchester City dalam kekalahan Madrid 1-2. Kamis (11/12) dinihari WIB. Bellingham baru mengemas dua assist dan satu gol dalam delapan penampilan terakhirnya.
Setali tiga uang dengan Real Madrid karena cuma dua kali menang, dan sudah tiga kali kalah dalam periode yang sama. Media-media Inggris menyoroti Jude Bellingham mengingat musim krusial menuju Piala Dunia tahun depan.
Bellingham sendiri mengaku tak masalah dengan kritik yang dialamatkan kepadanya. Pesepakbola berusia 22 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tak perlu belas kasihan karena memenuhi impiannya bermain di klub terbesar.
“Kritik di Inggris? Beginilah hidup itu. Untuk inilah saya bergabung. Saya bermain untuk klub terbesar di dunia, dan salah satu negara yang paling disorot di dunia. Saya tak mau dikasihani. Saya menjalani mimpiku. Banyak orang yang ingin berada di posisiku sekarang. Hal itu berbarengan dengan sedikit orang yang berpikiran negatif. Saya cuma harus menghadapinya,” urainya.
Terkait performa Madrid, Bellingham mengaku selalu siap memberikan yang terbaik. Dia juga yakin, pelatih bersama pemain akan melakukan segalanya untuk kembali bangkit. “Banyak kritik yang masuk, pasti kami akan melakukan sesuatu. Pelatih dengan pemain pasti akan berjuang untuk kebangkitan tim,” tandasnya.
Performa Madrid sejak awal November 2025 memang lagi terjun bebas. Di LaLiga, Madrid cuma menang sekali dari lima partai terakhir, dengan sisanya tiga imbang dan satu kekalahan.
Kekalahan 0-2 dari Celta Vigo akhir pekan lalu membuat mereka tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak. Sementara di Liga Champions, dua kekalahan didapat dalam kurun waktu sebulan setelah sebelumnya dibekuk Liverpool.
Wajar jika posisi Xabi Alonso sebagai manajer kini dalam sorotan tajam. Belum lagi persoalan badai cedera membuat kerja Alonso makin sulit saja.
Alonso sendiri berjanji untuk segera mengangkat performa tim di sisa tahun ini. Sebab Madrid masih punya tiga pertandingan lagi sebelum tutup tahun, yakni lawan Alaves dan Sevilla di liga serta Talavera di Copa del Rey.
“Tim ini terus menyerang, kami mencoba sampai akhir laga, dan dengan segala kesulitan yang kami punya karena badai cedera, para pemain sudah memberikan segalanya. Tidak ada yang perlu saya kritisi. Hasil-hasil kami di November dan Desember memang tidak bagus, tidak seperti yang diinginkan. Kami juga kritik performa sendiri kok, tapi kami harus tetap bekerja keras dan yakin ini bakal berlalu,” kata Alonso di ESPN.
Selanjutnya, Madrid akan melawan tuan rumah Deportivo Alaves, Senin (15/12) dinihari WIB. Madrid sudah pasti harus tampil habis-habisan untuk keluar sebagai pemenang.
Hanya saja, Kylian Mbappe yang absen di laga melawan Manchester City, diragukan tampil. Dia mengalami peradangan pada pergelangan kaki kanan.
Alonso belum bisa memberikan jaminan soal Mbappe. “Masih terlalu dini untuk tahu apakah dia akan siap untuk laga nanti. Dia masih belum fit. Kami tentu merindukan dia,” ujarnya.
Mbappe merupakan sumber gol utama Madrid musim ini. Dia sudah bermain 24 kali di semua ajang dengan sumbangan 26 gol dan empat assist.
Mantan penyerang Madrid Karim Benzema melihat problem saat ini berada di koneksi antarpemain. Ia mencium persaingan ego di tubuh tim.
“Kekurangan mereka itu cuma koneksi antara Mbappe, Vinicius, Bellingham dan Rodrygo. Semuanya perlu tahu apa yang harus dilakukan di lapangan. Bellingham harus paham dia itu playmaker, bukan pencetak gol. Mbappe itu pencetak golnya, bukan gelandang serang. Vinicius bukan gelandang bertahan, dia sayap kiri. Selama semuanya mengerti apa yang harus dilakukan di lapangan, itu cukup,” ungkap Benzema dikutip Football Espana.***
