Hanya tiga hari setelah pembukaan resminya, taman yang digadang-gadang menjadi ruang publik ramah keluarga dan lansai, menjadi target aksi pencurian kabel listrik, dan vandalisme yang merusak fasilitas di dalamnya.
BANDUNG (LB)- Wajah baru Taman Lansia yang belum lama ini diresmikan, tampaknya harus menghadapi ujian lebih cepat dari yang diperkirakan. Hanya tiga hari setelah pembukaan resminya, taman yang digadang-gadang menjadi ruang publik ramah keluarga dan lansia ituj Justru menjadi target aksi pencurian kabel listrik, dan vandalisme yang merusak fasilitas di dalamnya.
Kepala Sektor III Taman Lansia, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Asep Supriatna menjelaskan, aksi pencurian tersebut menyebabkan sekitar 200 meter kabel listrik hilang. Kabel itu merupakan rangkaian instalasi untuk lampu jogging track yang berada di area plaza Taman Lansia. Hilangnya kabel membuat sekitar 15 lampu jogging track tidak dapat menyala hingga kini.
“Kabel lampu jogging track dicuri di malam hari, saat petugas taman sudah pulang. Petugas kami bekerja dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB, jadi di luar jam itu area taman tidak terawasi. Kondisi ini membuat lampu-lampu yang baru dipasang, masih belum bisa difungsikan karena menunggu perbaikan,” kata Asep Supriatna, Selasa (9/12).
Selain pencurian, vandalisme juga menjadi persoalan yang kerap terjadi di taman tersebut. Ia menyebut, aksi corat-coret dilakukan hampir setiap malam menggunakan cat semprot kaleng. Coretan vandalisme ditemukan mulai dari dinding tembok jembatan, rambu-rambu taman hingga papan penunjuk arah.
“Kalau vandalisme, hampir setiap hari kami harus membersihkan coretan-coretan itu. Ini jelas mengganggu estetika taman dan kenyamanan pengunjung,” ucapnya.
Kerusakan fasilitas yang terjadi di Taman Lansia, menjadi tanda upaya membangun ruang publik yang aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Asep berharap, warga ikut berperan menjaga fasilitas umum agar dapat dinikmati lebih lama. “Kami berharap masyarakat juga memiliki kesadaran untuk menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Ruang publik adalah milik semua, jadi kita semua punya tanggung jawab untuk merawatnya,” ujar dia. *
