Ketum MATAKIN Lakukan Kunjungan Kerja Sekaligus Jiang Dao di MAKIN Tasikmalaya

TASIKMALAYA (LB)—Selepas menghadiri acara malam kesenian di Kelenteng Ban Eng Bio Adiwerna,  Kabupaten Tegal, Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs, Budi S. Tanuwibowo dan jajaran melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan meninjau dan  melaksanakan Jiang Dao/Khotbah di MAKIN Tasikmalaya, pada Minggu (30/11/2025).

                Berangkat dari Adiwerna, Minggu 30/11 pagi, Ketum MATAKIN ditemani  Ketua Bidang Dana, Js. Gianti Setiawan, Wakil Ketua Bidang Dana, Dq Auwjang Phin Khuan, Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian Js. Ruysya Supit dan Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Dq. Heri Yuliyanto.

Sementara rombongan lainnya berangkat dari Jakarta, diantaranya Sekretaris Bidang Kerohanian, Ws. Sunarta Hidayat dan nyonya dan Dq. Abraham Lawalata (simpatisan MATAKIN) .

                Sebelum Jiangdao di MAKIN Tasikmalaya,  Ketum MATAKIN bersama jajaran menyempatkan diri menjenguk sekaligus mendoakan Ketua MAKIN Tasikmalaya,  Ibu Hanida Hasan, di sana mereka disambut langsung oleh Bapak Harry Tanudjaja, suami Hanida Hasan yang juga tokoh senior dan Ketua Kehormatan MAKIN Tasikmalaya.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam diwaranai obrolan ringan penuh keakraban diakhiri dengan doa bersama untuk kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan aktivitas.

                Sementara itu Kebaktian di MAKIN Tasikmalaya yang berlokasi di Jl Empangsari, dimulai pukul 17.00 WIB, suasana penuh kemeriahan, hangat dan semangat kebersamaan tampak dalam kebaktian tersebut, Adanya Band yang mengiringi kebaktian menambah suasana penuh semarak.

                Dalam Jiangdaonya, Ketum MATAKIN mengatakan bahwa tidak semua orang yang bagus, yang berkualitas itu bisa diterima kebanyakan. Nabi Kongzi ilmunya seperti berlian, tapi yang mendengar melihat banyak yang tidak tahu mendalam, padahal nama agama Khonghucu aslinya Rujiao, agama bagi kaum terpelajar.

                Mutiara yang hebat di tangan orang yang tidak paham, ya tidak akan laku. Apalagi tingkat literasi masyarakat Indonesia relatif masih rendah. Itulah sebabnya  kebanyakan buku karya profesor tidak laku, makanan sehat tidak disentuh.

Jika melihat keadaan sekarang, dimana rata-rata IQ orang Indonesia masih rendah, maka kalau kita tidak mau belajar dan memperbaiki kualitas hidup, kita akan mengalami ketertinggalan dari bangsa lain, karena semakin banyak bangsa ini lahir, semakin berat beban negara. Maka langkah strategis untuk memperbaiki kualitas bangsa, maka lebih dulu meningkatkan perhatian pada kaum perempuan, karena dari rahim seorang Ibu akan lahir manusia yang berkualitas.

                Lebih lanjut Ketum mengatakan bahwa pada hakikatnya setiap orang adalah guru sekaligus murid. Walau Ilmunya sudah tinggi, Nabi Kongzi masih berguru kepada semua orang mulai dari musik, melukis, sejarah, dsb., karena sejatinya setiap orang itu guru sekaligus menjadi murid”.

                Pada kesempatan Jiangdaonya, ketum  MATAKIN juga menyampaikan apa yang sudah dicapai  bersama, diantaranya pencetakan kitab suci Chun Qiujing, kemudian ada buku pendamping kitab Sishu yang siap cetak, pembangunan rumah ibadat Khonghucu di kompleks perumahan dan kampus-kampus,  peningkatan rohaniwan melalui Diklat, pembangunan SETIAKIN di Pangkalpinang yang sudah diresmikan tanggal 18 November 2025 oleh menteri agama, dan pembangunan Gedung Diklat MATAKIN di Cikanyere, Cianjur. Setelah kebaktian bersama, dilanjutkan dengan makan bersama, dan diskusi tanya jawab. kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *