KI-KA: Lohan,KDH Tranku, Lin Zhen Chuan,Yin Zhi Gao,Tang Lian Jun dan Liu Sinfa.
JAKARTA – Pimpinan, Dewan dan Pengurus Indonesia China Small & Medium Enterprises (ICSME) Indonesia menerima kunjungan rombongan ICSME Tiongkok yang dipimpin Wakil Ketua Yin Zhi Gao di Kantor ICSME Indonesia, Harmoni Plaza, Jl Suryopranoto, Jakarta, Rabu (3/12) siang.
Rombongan dari RRT disambut Ketua Pembina ICSME Indonesia DR KDH Tranku, KetumLiu Sinfa, Iin Winarni, pengusaha Lin Zhen Chuan serta anggota ICSME Indonesia. Sementara Ketua Yin Zhi Gao didampingi oleh Sekjen Tang Liang Jun dan anggota Lohan.
Banyak yang dibahas dalam pertemuan itu. Namun intinya ingin memperkuat posisi ICSME baik di Indonesia maupun di RRT untuk berperan aktif dalam menjembatani hubungan kerja sama bisnis dan perdagangan antara pengusaha Indonesia dengan RRT.
Liu Sinfa mengatakan sangat gembira karena pimpinan ICSME di Tiongkok datang ke Jakarta untuk melakukan berbagai diskusi terkait apa yang harus dilakukan ke depan terkait visi dan misi ICSME.

“ICSME terus bergerak untuk melakukan berbagai gebrakan dalam upaya meningkatkan hubungan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan RRT. ICSME selalu siap memfasilitasi hubungan pengusaha kedua belah pihak untuk investasi di Indonesia. Peluang bisnis dan investasi masih terbuka luas di Indonesia,” kata Liu Sinfa.
Yin Zhi Gao mengatakan sangat senang, karena ICSME Indonesia sangat solid, dengan demikian memudahkan koordinasi dengan ICSME Tiongkok.
Ia menekankan pentingnya untuk terus memantapkan berbagai agenda ICSME ke depan, sehingga bisa menjadi penghubung atau fasilitator antara pengusaha kedua negara. Apalagi Indonesia menjadi daya tarik bagi pengusaha RRT untuk investasi.

Sebagaimana diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya pada 1 Desember 2025 menyampaikan tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 41,84 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Oktober 2025.
Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Indonesia dengan nilai mencapai US$52,45 miliar (23,51 persen).
Melihat data ini, KDH Tranku menegaskan, Indonesia dan RRT akan tetap menjadi negara dengan posisi strategis di kawasan Asia. “ICSME tentu akan terus mendukung upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonsia dengan RRT, dengan terlibat aktif menjembatani hubungan bisnis, perdagangan dan investasi antara pengusaha kedua negara. Indonesia adalah tujuan investasi RRT dan negara lainnya, maka ICSME tentu selalu siap,” kata KDH Tranku.
Lin Zhen Chuan yang sudah berinvestasi di Indonesia, dalam pertemuan itu memberikan pandangan terkait apa yang harus dilakukan ICSME ke depan, sehingga meraih kesuksesan.***
