Hadiri Malam Kesenian Ban Eng Bio Adiwerna, Ketum MATAKIN Ingkatkan Pentingnya Regenerasi dalam Pengurus Kelenteng

Ketum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo memberikan sambutan.

TEGAL (LB)–Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs Budi S Tanuwibowo beserta jajaran hadiri malam kesenian dan lelang benda pusaka dalam rangka Perayaan Khai Kwang Kimsien Kongco Hok Tek Tjeng Sien di Kelenteng Ban Eng Bio, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Sabtu (29/11) malam.

Tiba di kelenteng Bang Eng Bio pukul 19.00 WIB, Ketum MATAKIN  ditemani oleh pengurus pusat MATAKIN di antaranya, Ketua Bidang Dana, Js. Gianti Setiawan, Wakil Ketua Bidang Dana, Dq Auwjang Phin Khuan, Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian Js. Ruysya Supit dan Wakil Sekretaris Bidang Organisasi Dq. Heri Yuliyanto. Kedatangan mereka disambut langsung ketua Kelenteng Ban Eng Bio Aceng Suherman,  yang juga menjabat Ketua Bidang Pengembangan dan Hubungan Rumah Ibadah Pengurus Pusat MATAKIN, kemudian langsung diajak makan malam bersama dengan Pengurus Kelenteng Bang Eng Bio.

Ketum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo memberikan sambutan.

Setelah selesai makam malam, Ketum MATAKIN dan jajaran langsung menuju tempat acara di aula Kelenteng Bang Eng Bio untuk menghadiri acara malam kesenian.

Dalam sambutannya, Ketum MATAKIN Xs Budi S Tanuwibowo mengingatkan pentingnya proses regenerasi dalam pengurus kelenteng. Menurutnya sebagian pengurus kelenteng agak melupakan generasi mudanya untuk proses regenerasi.

“Sebagian pengurus Kelenteng lebih fokus pada kegiatan-kegiatan ibadah dan seremonial dan agak lupa menyiapkan generasi muda untuk mengambil peran lebih besar. Hal yang tidak mudah dan penuh tantangan ini pun terjadi di organisasi sosial masyarakat yang lain,” ujarnya.

“Ini menjadi catatan bahwa kita harus mendidik generasi muda, agar mereka tidak terjebak sesuatu yang sifatnya seremonial saja, tetapi lebih substansif untuk mengisi pikiran dan jiwa mereka, karena ke depan merekalah yang akan meneruskan perjuangan kita,” lanjut ketum Budi.

Ketum MATAKIN terkesan dengan anak – anak muda di Kelenteng Ban Eng Bio dan MAKIN Adiwerna yang mulai berperan aktif dalam kepengurusan.

“Saya cukup terkesan, tadi dibisiki teman-teman senior disini, bahwa di Kelenteng dan MAKIN di Adiwerna ini anak-anak mudanya mulai berperan signifikan dan mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dengan kegiatan edukatif yang mengisi benak mereka,” ucapnya.

Budi juga berpesan kepada semua, kini kita harus fokus pada pendidikan agar tidak terjadi anomali di Indonesia.

“Tanpa literasi yang kuat, seremonial hanya menjadi kegiatan kosong tanpa makna, maka kita semua harus fokus juga pada pendidikan, agar tidak terjadi anomali dimana saat ini disinyalir budi pekerti dan IQ rakyat Indonesia sangat merosot,” pesan Budi.

Dia pun berharap pesan singkatnya itu bisa menjadi perhatian kita, agar negara kita tidak tertinggal dalam kancah persaingan internasional.

Penampilan Sekolah Minggu MAKIN Adiwerna.

Malam kesenian diakhiri dengan lelang bunda Pusaka Yang Mulia Kongco Hok Tek Tjeng Sien Kelenteng Ban Eng Bio Adiwerna.

Khai Kwang Kimsin Kongco Hok Tek Tjeng Sien Kelenteng Ban Eng Bio berlangsung selama seminggu penuh, dimulai 24 November 2025 dengan pertunjukan kesenian Wayang Potehi yang berlangsung selama empat hari dan puncaknya pada Minggu 30 November 2025 digelar kirab  gotong Toa Pe Kong yang diikuti oleh sekitar 20 kelenteng dari berbagai daerah di Jawa.

                Tampak hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli Bupati Tegal yang mewakili Bupati Tegal, perwakilan  Muspida dari Kabupaten Tegal, diantaranya dari Polres, Kodim Tegal, para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat.

                Acara tersebut menampilkan berbagai jenis pertunjukan kesenian dan budaya diantaranya anak –anak Sekolah Minggu MAKIN Adiwerna,  hiburan musik, penampilan liong, tak lupa dalam acara tersebut juga diisi pembacaan doa oleh Js, Hendra Wijaya (Oey Djin Hauw), Pengurus MAKIN Adiwerna. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *