Pemerintah Siapkan Rp2.567,9 T untuk 8 Program Prioritas 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan pidato sambutan dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan pagu anggaran hingga Rp2.567,9 triliun untuk keperluan 8 program prioritas Presiden Prabowo Subianto pada 2026 mendatang.

“Tahun 2026 pemerintah akan membelanjakan untuk program prioritas sebanyak Rp2.567,9 triliun dari anggaran Rp3.842 triliun,” kata Airlangga dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia, di The Park Hyatt Hotel Jakarta, Senin (1/12).

Secara rinci, Airlangga menjelaskan untuk program prioritas pertama terkait dengan ketahanan pengan, total anggaran Rp164,4 triliun. Program ketahanan pangan ini mencakup peningkatan produktivitas sektor pertanian/perikanan, rantai pasok pangan dan logistik, dan meningkatkan pengadaan beras oleh Perum Bulog.

Kemudian kedua untuk program ketahanan energi dengan total Rp402,4 triliun yang terdiri dari peningkatan lifting migas, mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), hingga subsidi energi dan kompensasi.

“Makan bergizi gratis yang per hari ini sudah 44 juta masyarakat yang menikmati, makan bergizi gratis anak-anak sekolah itu tahun depan dianggarkan Rp335 triliun dan ini akan ditargetkan untuk 80 juta (penerima manfaat) sampai bulan Mei atau Juni tahun depan,” paparnya.

Keempat ada program pendidikan dengan total dana Rp757,8 triliun yang mencakup pembangunan fasilitas sekolah-sekolah unggulan, sekolah rakyat dan juga perbaikan sarana dan prasarana sekolah di berbagai wilayah. “Untuk kesehatan sebesar Rp244 triliun, pembangunan koperasi/UMKM Rp181,8 triliun, kemudian untuk pertahanan Rp424 triliun,” terang Airlangga.

Terakhir, sisa anggaran tersebut akan dialokasikan untuk program akselerasi investasi dan perdagangan global sebesar Rp 57,7 triliun. Program prioritas ke-8 ini mencakup stimulus KUR perumahan dan stimulus PPN perumahan ditanggung.

“Jadi ini semua angka yang besar yang kami mohon agar pengurus Kadin bisa terus mendorong berbagai program yang terkait dengan yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” urainya.

Kadin Indonesia saat itu menyampaikan sejumlah persoalan yang masih membayangi perekonomian Indonesia, mulai dari angka pengangguran yang masih didominasi generasi muda hingga besarnya porsi tenaga kerja yang berada di sektor informal. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan kondisi perekonomian Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, angka pengangguran masih berada di level 4,85%.

“Tapi pengangguran memang masih ada di kisaran 4,85% dan 17%-nya itu datang dari usia muda, 16-24 tahun,” ujar Anindya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *