Hari Kesehatan Nasional, MATAKIN Adakan Pelatihan Prana Bersama YPI dan Kemenag

Dr. H. Nurudin (keempat dari kiri) bersama Xs. Budi S. Tanuwibowo (Kelima dari kiri) pada acara “Healing and Meditation an Energy Approach”.

JAKARTA (LB)—Pusbimdik (Pusat Bimbingan dan Pendidikan) Khonghucu Kementerian Agama bekerja sama dengan MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) dan YPI (Yayasan Prana Indonesia) menyenggarakan pelatihan “Healing and Meditation an Energy Approach”, di Aula Gedung Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat.

          Penyembuhan dengan energi dan meditasi ini merupakan metode penyembuhan alternatif yang berfokus pada penggunaan energi kehidupan untuk membantu menyeimbangkan, membersihkan, dan memperkuat energi tubuh.

Metode ini tidak bersifat medis, dan umumnya dipraktikkan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis.

Drs. Indra Gunawan Masman.

Pada kesempatan tersebut pelatihan menghadirkan tiga narasumber Drs. Indra Gunawan Masman yang berbagi pengalaman praktis dalam meditasi dan healing, dokter Benny Antnil yang menjelaskan bagaimana dunia medis modern tidak bertentangan dengan pengobatan dengan energi hidup dan Ir. Jati Atmojo, PhD yang berbagi teknik meditasi dan penyembuhan lain yang sifatnya psikis.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Dr. H. Nurudin yang didampingi Kabid. Pendidikan dan Kabid. Kelembagaan.

dr Benny Antnil.

Acara yang juga melibatkan pegawai Kementerian Agama diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian antara umat Khonghucu dan SDM di lingkungan Kemenag RI, sebut Nuruddin pada kesempatan tersebut.

Ir. Jati Atmojo, PhD.

          Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S Tanuwibowo yang juga Ketua Umum YPI menyebut sengaja mendatangkan para ahli guna memperkenalkan pengobatan melalui energi kepada masyarakat yang jika ditelaah sesungguhnya tidak bertentangan dengan ajaran Khonghucu.  

          Menurutnya Qi atau energy dalam diri setiap manusia perlu dijaga agar seimbang dan harmonis karena keseimbangan dan keharmonisan Qi sangat memengaruhi kejernihan pikiran, ketenangan emosi, bahkan moral seseorang.

Kepala Pubimdik Khonghucu, Ketum MATAKIN, narasumber dan peserta berfoto bersama.

Bila Qi harmonis hati menjadi tenang, sebaliknya Qi yang kacau membuat emosi tidak stabil dan pikiran kacau. Dan dengan pikiran kacau maka penyakit akan datang, maka sangat penting untuk menjaga keharmonisan Qi.

          Budi berharap dengan diadakannya acara ini pada peringatan hari kesehatan nasional  masyarakat akan lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *