Aksi Lamine Yamal saat melawan Club Brugge.
BRUGGE – Barcelona hanya bermain imbang 3-3 kontra tuan rumah Club Brugge dalam laga matchday 4 Liga Champions yang berlangsung di Jan Breydelstadion, Kamis (6/11) dini hari WIB.
Club Brugge unggul lebih dulu sejak menit ke-6. Nicolo Tresoldi bisa meneruskan umpan Carlos Forbs menjadi gol lewat sepakan kaki kanannya.
Barcelona membalas dua menit berselang. Ferran Torres menyelesaikan sodoran Fermin Lopez dalam skema serangan balik cepat menjadi gol.
Namun pada menit ke-15, Club Brugge kembali unggul atas Barcelona. Kali ini Carlos Forbs yang mencatatkan namanya langsung di papan skor lewat serangan balik cepat.
Di babak kedua, Barcelona coba mengambil inisiatif tekanan. Hasilnya, tim tamu sempat menyamakan skor. Lamine Yamal membawa skor 2-2 pada menit ke-61. Aksi individunya merangsek ke kotak penalti diakhiri dengan sontekan ringan, mengirim masuk bola ke gawang Nordin Jackers.
Skor itu tak bertahan lama. Sebab, Club Brugge langsung kembali unggul dua menit berselang. Forbs kembali menjadi momok lini belakang Barcelona usai bisa menyelesaikan umpan terobosan Hans Vanaken menjadi gol.
Terus menekan, Club Brugge kemudian malah bobol karena kesalahan sendiri. Christos Tzolis salah mengantisipasi crossing Yamal. Skor pun menjadi 3-3.
Di injuy time, gol bahkan sempat dicetak Romeo Vermant, yang bisa merebut bola dari Wojciecj Szczesny. Gol kemudian dianulir oleh VAR karena aksi Vermant dianggap pelanggaran.
Meski mendominasi penguasaan bola, Barca gagal mengontrol potensi ancaman dari lawan. Bahkan dengan penguasaan bola hanya 23,9%, Brugge bisa mencatatkan peluang on target yang sama (6), meski Barca juga punya kans mengenai tiang gawang (3).
Pelatih Barca Hansi Flick mengakui intensitas permainan timnya kurang saat tanpa bola. Barcelona kalah agresif sehingga lawan punya momen untuk menghantam lewat transisi.
“Bukan pertandingan yang mudah. Kami menciptakan peluang-peluang, tapi mereka bertahan dengan baik dan agresif. Kami tak melakukan pressing ke bola dan kalah dalam banyak duel, terutama di tengah. Tidak mudah buat barisan pertahanan untuk bertahan seperti itu,” ujar Flick di situs UEFA.
Ia pun akan melakukan evaluasi jalannya pertandingan itu. “Kami harus memolesnya dan menganalisis semuanya. Ini soal mengerahkan intensitas lebih besar ketika kami tak menguasai bola. Kami harus waspada ketika tim-tim menciptakan peluang dengan satu atau dua sentuhan. Kami harus bertahan, bukan cuma di barisan pertahanan melainkan di lini tengah. Kami perlu berbenah di area ini,” ujar Flick.
Walau demikian, hasil ini menambah panjang catatan kebobolan Barcelona. Mereka selalu kebobolan dalam sembilan pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Dalam sembilan laga itu, gawang Barcelona kemasukan 14 gol. Dilansir Opta, ini jadi laju terpanjang Barcelona tanpa clean sheet sejak Maret 2013 (13 laga, kebobolan 21 gol).
Dalam sembilan laga itu, Barcelona mencatat lima kemenangan, satu kali seri, dan tiga kali kalah. Tiga kekalahan tersebut didapat dari Paris Saint-Germain (1-2), Sevilla (1-4), dan Real Madrid (1-2). Lamine Yamal pun mengakui Barcelona harus segera membenahi pertahanan.
“Kami Barca, kami tidak boleh kebobolan begitu banyak gol, sangat sulit untuk menang ketika kebobolan tiga gol. Jadi kami harus fokus ke sana, seluruh tim, bukan cuma pertahanan, tapi seluruh tim. Pressing-nya, transisi dalam bertahan. Tapi ya, kami akan fokus ke sana, kami akan melatihnya, dan saya yakin kami akan membahagiakan Culers,” ujar Yamal di situs resmi klub.***
