JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (27/10) sore, seiring pelaku pasar merespon MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang berencana melakukan penyesuaian metodologi perhitungan free float khusus untuk konstituen saham Indonesia.
IHSG ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke posisi 8.117,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,57 poin atau 0,43 persen ke posisi 824,53.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang menguat sebesar 3,86 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 3,77 persen dan 3,70 persen.
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun sebesar 0,61 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BRRC, REAL, KDTN, MICE, dan SSTM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IMPC, PGUN, RISE, CLAY dan OASA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.870.169 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 39,32 miliar lembar saham senilai Rp29,70 triliun. Sebanyak 215 saham naik, 488 saham menurun, dan 107 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 1.252,35 poin atau 2,54 persen ke 50.552,00, indeks Hang Seng menguat 273,55 poin atau 1,05 persen ke 26.433,70, indeks Shanghai menguat 46,63 poin atau 1,18 persen ke 3.996,94 dan indeks Strait Times menguat 18,09 poin atau 0,41 persen ke 4.440,30.***
