Eberechi Eze dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Crystal Palace.
LONDON – Arsenal melanjutkan tren kemenangan dan tak kebobolan di Premier League. Meriam London berhasil menumbangkan Crystal Palace dengan skor 1-0 yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (26/10) malam WIB. Gol kemenangan the Gunners dicetak oleh Eberechi Eze pada menit ke-39.
Arsenal pun berada di puncak klasemen dengan 22 poin. Bournemouth ada di posisi kedua dengan 18 poin, Tottenham Hotspur dan Sunderland kemudian mengikuti dengan 17 poin.
Liverpool tampaknya bakal sulit mempertahankan gelar juara. Si Merah ada di urutan ketujuh dengan 15 poin karena kalah empat laga beruntun. Namun manajer Arteta mengaku perjalanan musim masih sangat panjang.
“Masih terlalu dini, kita masih di bulan Oktober. Emosional kami sangat tinggi, tetapi masih banyak hal yang harus diperbaiki. Untuk menang besar, kami tahu betapa sulitnya itu. Salut untuk Crystal Palace atas cara mereka bermain. Mereka benar-benar menyulitkan kami. Kami menemukan cara untuk mencetak gol melawan tim yang sangat terorganisir,” kata Arteta yang dikutip dari BBC.
Arteta juga menyinggung tentang Eberechi Eze yang tak merasakan tekanan apa pun saat menghadapi mantan timnya. “Saya tidak melihat ada perbedaan. Dia selalu sangat santai sebelum pertandingan, selalu tersenyum lebar. Dia sangat ingin bermain, dan saya tidak melihat ada yang berbeda. Mungkin itu ada di dalam dirinya, dia sudah lama di sana, dia memiliki perasaan dan rasa terima kasih yang begitu kuat kepada Crystal Palace, dan di laga ini adalah pertandingan yang sangat istimewa baginya,” ujarnya.
Eze sendiri senang jadi penentu kemenangan Arsenal, tapi juga agak tidak enak hati karena membobol mantan timnya. Hari yang campur aduk buat sang winger.
“Ini hari yang bagus, saya senang bisa mencetak gol dan begitulah saya ingin membantu tim. Agak campur aduk memang. Crystal Palace itu 100% tim yang sulit untuk dihadapi. Anda bisa melihat kenapa tim-tim kesulitan melawan mereka. Ketika bolanya masuk, saya ingin berterima kasih ke Tuhan, tapi saya juga ingin menghormati lawan. Itu sebenarnya penyelesaian yang agak aneh. Saya belajar banyak di sini soal tetap hidup dari set-piece,” ujarnya kepada Sky Sports dikutip BB
Meski Eze menjadi penyebab Palace kalah, kelompok suporter mereka memberikan aplaus untuknya seusai laga. “Mereka itu sekumpulan fans yang spesial dan saya berterima kasih atas cinta dan dukungan yang telah mereka tunjukkan ke saya. Saya akan selamanya berterima kasih,” ungkap Eze.
Arsenal dalam empat laga terakhir sudah mengalahkan tim-tim yang tricky musim lalu. Sebelum mengalahkan Crystal Palace, Arsenal menumbangkan Newcastle United, West Ham United dan Fulham.
Sementara manajer Crystal Palace, Oliver Glasner menyebut timnya sudah tampil sangat bagus dan mampu mengimbangi permainan tim tuan rumah. “Penampilan kami bagus. Babak pertama sangat, sangat baik. Selama 15-20 menit kami kesulitan, tapi di akhir saya sangat mengapresiasi usaha untuk mencetak gol penyama kedudukan. Secara keseluruhan, penampilan tim bagus dalam banyak bagian pertandingan,” ujar Glasner seperti dilansir dari laman resmi klub.
Namun ia mengakui skuadnya membuat sebuah kesalahan yang membuat tim lawan berhasil mencetak gol kemenangan.
“Menurut saya kami melakukan dua kesalahan dalam situasi ini: pelanggaran bodoh, lalu lengah pada bola kedua. Kami beberapa kali diuntungkan tahun lalu, dan contohnya di Palace selama bertahun-tahun: setiap kali Eberechi mendapat kesempatan menendang bebas di dalam kotak penalti, sering kali itu berbuah gol. Di laga ini, kami yang menjadi korban dalam situasi serupa, dan dalam situasi tadi jelas itu kesalahan kami. Tapi sekali lagi, ketika menghadapi tim seperti Arsenal yang sedang dalam bentuk fantastis, di Emirates ini,”tuturnya.***
