Sengit, Real Madrid Singkirkan Atletico

Laga seru antara Atletico Madrid melawan Real Madrid.

MADRID – Real Madrid menyingkirkan Atletico Madrid dan  melaju ke perempat final Liga Champions 2024/25 setelah menang adu penalti 4-2 pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Civitas Metropolitano, Kamis (13/3) dini hari WIB.

Walau kalah 0-1 pada  laga ini, Real Madrid lolos lewat adu penalti. Pertandingan leg pertama di Santiago Bernabeu pekan lalu dimenangi Real Madrid dengan skor 2-1.

Gawang Real Madrid sudah kebobolan saat laga baru 27 detik. Gol ini bermula dari Antoine Griezmann yang sukses memotong umpan di tengah lapangan, memberikan kesempatan bagi Julian Alvarez untuk mengirim umpan ke sisi kanan. Rodrigo De Paul yang berlari di sayap kanan melepaskan umpan mendatar ke dalam kotak penalti.

Giovanni Simeone, yang berada di tiang dekat, gagal mengontrol bola dengan sempurna. Namun, bola kemudian mengarah ke Gallagher yang berlari masuk ke kotak penalti dan dengan sigap menghujamkan bola ke gawang dengan tembakan ke bagian atas jala dari jarak dekat.

Setelah gol cepat tersebut, tempo permainan semakin meningkat. Real Madrid lebih banyak menguasai bola, dengan Atletico bermain solid dan mampu membendung permainan tim tamu

Real Madrid mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-68 setelah mendapat penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Kylian Mbappe dilanggar Clement Lenglet. Namun, Vinicius yang maju sebagai eksekutor justru menendang bola jauh ke atas gawang.

Pada tambahan waktu 2×15 menit, para pemain sudah kelelahan dan kesulitan menunjukkan performa terbaik mereka. Tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam babak adu penalti, Real Madrid menang 4-2 atas Atletico.

Gol Julian Alvarez dibatalkan alias tidak sah karena double hit saat dia terpeleset saat menendang bola dan tendangan Marcos Llorente gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Di pihak Madrid sepakan Lucas Vazquez sempat digagalkan kiper Jan Oblak.

Pelatih  Madrid  Carlo Ancelotti mengakui Atletico Madrid memberikan perlawanan yang amat sengit. Ia menilai Atletico layak pulang dengan kepala tegak.

“Ini pertandingan yang sulit, seperti biasanya melawan Atleti. Pertandingannya ketat, seimbang. Tapi untuk punya jalan pertandingan yang berbeda dari itu melawan Atleti, itu sangat-sangat sulit. Kami punya sejumlah kesempatan untuk mengambil kontrol, tapi itu cuma untuk meloloskan diri. Atleti tersingkir dari kompetisi ini dengan kepala tegak. Tak diragukan lagi,” kata Ancelotti di situs UEFA.

Kiper El Real Thibaut Courtois menyebut Alvarez  sedang sial. “Saya merasa ada sesuatu yang aneh terjadi, jadi kami bilang langsung ke wasit dan kemudian terkonfirmasi bahwa ada dua sentuhan dan penaltinya tak dianggap. Jadi itu jelas memberi kami keuntungan. Dia terpeleset dan menyentuh bola dua kali, dan itu penalti yang gagal. Anda tak bisa menyentuh bolanya dua kali. Apes memang, tapi sudah aturannya begitu,” kata Courtois.

Sementara pelatih Atletico Diego Simeone bangga meski tersingkir dari Liga Champions. Baginya Los Colchoneros sudah menunjukkan perlawanan sebaik-baiknya.

“Saya rasa kami memainkan laga yang bagus, kami bersaing dengan luar biasa. Kami bisa saja menambah gol di skor pada moment apa pun. Saya bangga dengan para pemain. Saya bangga karena kami bersaing dengan cara yang patut dicontoh. Ya, kami tidak berhasil mengalahkan Real Madrid di Liga Champions, tapi mereka selalu kesulitan setiap kali melawa kami,” ujar Simeone di situs UEFA.

Ia juga bicara soal kontroversi penalti Alvarez yang dianulir. Ia menilai bola tidak bergerak sebelum  pemainnya menendang. “Saya baru saja lihat gambarnya, wasit bilang Julian menyentuh bola dengan kakinya yang lain, tapi bolanya tidak bergerak. Itu bisa diperdebatkan, apakah gol atau tidak. Tapi saya bangga kepada para pemain saya, saya sejujurnya senang, karena kami bersaing dengan cara yang patut dicontoh,” kata Simeone.

Bek Atletico Clement Lenglet menyebut timnya syok atas kekalahan ini. “Kami syok. Kami tampil luar biasa dari awal sampai selesai. Kami harus bangkit, tapi ini pukulan telak. Saya kira kami pantas (menang) sebagai tim, klub, untuk fans dan dukungan mereka, yang sangat membantu kami. Kami memulai dengan sangat bagus melawan tim yang mengelola permainan dengan baik. Dari awal sampai selesai cukup berimbang, seperti di leg pertama. Pada akhirnya, itu ditentukan adu penalti di mana segalanya bisa terjadi dan hari ini kami tidak hoki,” ujar Lenglet kepada Movistar Plus.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *