Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto, melakukan peninjauan terhadap perakitan jembatan bailey yang akan dipasang di jembatan Hankam.
PUNCAK (LB)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau perakitan jembatan Bailey yang akan dipasang di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Jembatan di Jalan Hankam tersebut hancur diterjang banjir pada awal bulan lalu.
Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto mengatakan jembatan Bailey akan dipasang di Jalan Hankam yang terputus. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Jogjogan dengan Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua.
“Kami berkolaborasi dengan TNI untuk memastikan jembatan ini dapat segera digunakan dalam waktu dekat, dan dalam kondisi yang cukup baik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa hambatan,” kata Suharyanto, dalam keterangannya, Kamis (13/3).
Meskipun banjir telah surut, lanjut dia, sejumlah jembatan perlu diperbaiki. Dua dari tujuh jembatan yang rusak dalam proses perbaikan.
“Banjir yang terjadi memang mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan. Namun kami bersyukur bahwa masyarakat tidak terlalu terdampak besar,” imbuhnya.
“Saat ini, ada tujuh jembatan yang perlu diperbaiki, dan dua di antaranya akan segera ditangani dengan pemasangan jembatan Bailey seperti yang kita lihat hari ini,” lanjutnya.
Proyek pemasangan jembatan tersebut dijadwalkan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pihak TNI akan dilibatkan dalam pembangunan tersebut.
“Kami akan terus memantau progres ini. Tentunya, pemasangan jembatan ini bukan sekadar solusi sementara, tetapi cukup kuat untuk mendukung pergerakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Ke depannya, kami akan melihat lebih lanjut apakah jembatan ini akan dipertahankan atau digantikan dengan struktur permanen,” jelasnya.
Ditinjau
Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto, melakukan peninjauan terhadap perakitan jembatan bailey yang akan dipasang di jembatan Hankam yang terputus akibat bencana banjir pada awal Maret 2025.
Untuk memulihkan akses masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan TNI dalam upaya perakitan dan pemasangan jembatan bailey sementara.
Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto, mengatakan bahwa, Pembangunan jembatan ini adalah langkah cepat untuk memastikan akses transportasi bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Suharyanto.
Lebih lanjut Kepala BNPB menyatakan bahwa, pembangunan jembatan ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang telah memberikan persetujuan terkait desain dan pemasangannya.
Letjen TNI Suharyanto mengatakan ada tujuh jembatan rusak terdampak banjir di Kabupaten Bogor. BNPB akan berkoordinasi untuk melakukan penanganan terkait infrastruktur yang rusak tersebut.
“Infrastruktur yang rusak, contoh kemarin Kabupaten Bogor itu ada tujuh jembatan,” kata Suharyanto.
Suharyanto mengatakan, untuk jangka pendek, jembatan yang putus tersebut dapat diatasi dengan menggunakan jembatan Bailey yang dipinjam dari TNI. Ia mengatakan penanganan infrastruktur yang rusak harus dilakukan secara cepat karena sebentar lagi masyarakat akan mudik Lebaran sehingga diharapkan tidak terganggu.
“Seperti yang di Kabupaten Bogor, sudah dipinjam dua jembatan Bailey, ini bisa dipasang. Nah, barangkali di daerah-daerah lain Jabodetabek ini juga ada jembatan yang putus yang merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Ingat, ini puasa, sebentar lagi Lebaran, jangan sampai pergerakan mudik masyarakat terganggu dari satu titik ke titik lain karena ada infrastruktur atau jembatan yang putus,” katanya. *
