Tiang Monorel.
JAKARTA (LB)- Warga Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan waktu penyelesaian pembongkaran tiang-tiang bekas proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said dan kawasan Senayan agar tidak berlangsung terlalu lama.
Mereka khawatir proyek tersebut menambah daftar panjang titik kemacetan akibat banyaknya proyek dan galian di Ibu Kota. “Estimasi pembongkaran jangan kelamaan, Pak. Sudah cukup titik-titik proyek dan galian di Jakarta Selatan yang bikin macet parah kayak di TB Simatupang, Manggarai, Pancoran. Jangan sampai ini (Kuningan) jadi titik neraka juga,” ujar Rima (29), warga Kuningan, Jakarta Selatan, saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Minggu (19/10).
Rima juga meminta agar proses pembongkaran dilakukan di luar jam sibuk agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Kalau memungkinkan, bongkarnya mending pas di luar waktu produktivitas masyarakat, alias malam atau subuh. Itu mantap,” lanjut Rima.
Hal serupa disampaikan Syarif (33), karyawan swasta yang setiap hari melintasi kawasan Rasuna Said. Ia berharap Pemprov DKI memiliki target waktu yang jelas agar pembongkaran tidak menjadi proyek berkepanjangan seperti yang kerap terjadi di Jakarta.
“Buat pembongkaran kalau bisa ditargetin lah kelarnya kapan. Jangan lama-lama karena Rasuna Said jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan,” ujar Syarif.
Syarif juga meminta agar pembongkaran tiang monorel tidak dilakukan bersamaan dengan proyek galian lain yang sedang berlangsung. “Udah cukuplah kita tersiksa sama galian-galian yang belum kelar dan marak di Jakarta. Belum lagi proyek LRT yang juga masih pembangunan. Jangan dibikin macet lagi sama proyek pembongkaran monorel,” ungkapnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel di Rasuna Said dan Senayan pada Januari 2026. Setelah dibongkar, lahan bekas proyek tersebut akan disulap menjadi area pedestrian yang lebih lebar dan nyaman, mirip dengan konsep trotoar di Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman.
“Kita perbaiki dan kita buat jalan lebih lebar, tempat monorelnya kita hilangkan, dan saya yakin akan membuat Rasuna Said, Kuningan itu menjadi jalan yang lebih baik. Trotoar pedestrian di kiri kanannya nanti akan kami perbaiki sehingga yang baik tidak hanya di Sudirman-Thamrin,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/10). Ia menegaskan, pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya besar menata ulang wajah kota sekaligus mengembalikan estetika dan fungsi ruang publik di kawasan utama Jakarta. *
