Prosesi pembukaan Dialog Islam-Khonghucu V.
JAKARTA (LB)—Memperingati Hari Kelahiran Nabi Kongzi (Zhisheng Dan) ke 2576 pada tanggal 27 Bayue 2576 Kongzili/18 Oktober 2025, MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menggelar serangkaian acara, di antaranya Dialog Islam-Khonghucu V.
Dialog yang mengangkat tema “Membangun Keharmonisan Dunia Berpokok pada Keharmonisan Keluarga” ini dilangsungkan pada Jumat (17/10/2025), di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dan dibuka oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang sekaligus akan memberikan keynote speech.
Menag Nasarudin mengapresiasi MATAKIN yang mengadakan dialog dengan tema keharmonisan keluarga.


“Acara ini sangat penting dengan mengambil tema masalah keluarga. Kita tidak bisa mengerjakan sebuah negara yang ideal tanpa ada sebuah keluarga yang harmonis. Keluarga adalah cikal bakal berdirinya sebuah negara,” jelas Menag.
Sementara itu Ketua Umum MATAKIN Xs Budi S Tanuwibowo menyampaikan tema “Membangun Keharmonisan Dunia Berpokok pada Keharmonisan Keluarga” dilatarbelakangi banyaknya permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang diawali kegagalan dan ketidakharmonisan dalam keluarga.

Padahal, lanjut Budi, meski keluarga adalah entitas sosial terkecil, namun memiliki pengaruh yang sangat besar dan fundamental dalam membentuk masyarakat yang kuat dan baik.
Keluarga juga sebagai fondasi utama untuk membentuk individu melalui penanaman nilai moral dan karakter sejak dini, sebagai modal penting untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan sejahtera.
Menurut Budi, dengan terciptanya Keluarga yang damai dan harmonis (An He Jiating), maka akan menghasilkan insan – insan yang berakhlak mulia, bermental kuat, bersikap positif, optimis dan akhirnya menjadi fondasi utama bagi terciptanya perdamaian-kesejahteraan dunia Dalam ajaran Daxue (ajaran besar), pembentukan masyarakat dan negara yang harmonis dimulai dari proses pengembangan diri, memperbaiki keluarga, hingga membina dan memperbaiki negara dan dunia.

Adapun narasumber yang mengisi dialog tersebut dari tokoh Islam yaitu Prof. Dr. Arif Satria, SP. M. Si. (Rektor IPB University), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia (Cendekiawan dan aktivis perdamaian), Dr. Budhy Munawar Rachman (Cendekiawan Muslim), Prof Dr. M Ikshan Tanggok (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah), Dr. Samsul Hidayat, S.Ag (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak), dan Ir. Agus Wicaksono (Cendekiawan Muslim).

Sedangkan narasumber dari Khonghucu diisi intelektual dan cendekiawan lokal dan internasional, yakni, Ws. Gunadi, Ws. Andi Gunawan, Js. Kris Tan dan Go Fee Mong, LDS, serta Mr. Kim Chae Young dari Korea Selatan dan Mr. Ong Seng Huat dari Malaysia. **
