Belanda Terlalu Tangguh Bagi Finlandia

Sukacita pemain Belanda saat mengalahkan Finlandia.

AMSTERDAM – Belanda mengalahkan Finlandia 4-0 dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa yang berlangsung di Johan Cruijff ArenA, Minggu (12/10) malam WIB. Memphis Depay jadi bintang kemenangan dengan satu gol dan dua assist.

Di laga itu tuan rumah unggul cepat di menit ke-8. Tembakan keras Donyell Malen dari luar kotak penalti usai melakukan umpan satu-dua dengan Memphis Depay bersarang di sudut kanan atas gawang Finlandia yang dikawal Jesse Joronen.

Virgil van Dijk menggandakan keunggulan Oranje pada menit ke-17. Bek Liverpool itu menuntaskan umpan tendangan bebas dari Depay dengan tandukan yang bersarang di sudut kiri gawang Joronen.

Lantas Belanda mendapat penalti di menit ke-38 usai tembakan Justin Kluivert membentur tangan Miro Tehno di kotak terlarang Finlandia. Depay yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh Joronen untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Tijjani Reijnders yang baru masuk di awal babak kedua nyaris menambah gol untuk Belanda di menit ke-48, namun tembakan jarak jauhnya ditepis Joronen. Tim tamu balas menekan di menit ke-55, tetapi tembakan Leo Walta bisa dihalau kiper Belanda, Bart Verbruggen.

Belanda akhirnya mencetak gol keempat di menit ke-84. Tembakan keras Cody Gakpo dari jarak jauh usai menerima umpan Xavi Simons bersarang telak di sudut kiri atas gawang Finlandia.

Dengan hasil ini Belanda aman di puncak klasemen dengan 16 poin dari enam laga, sedangkan Finlandia ada di peringkat tiga dengan 10 poin dari tujuh laga dan dipastikan tak bisa lolos langsung ke Piala Dunia kecuali masuk playoff.

Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman memuji sikap para pemainnya. “Sejak awal, kami melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan dan mencetak gol sebanyak mungkin. Sayang sekali gol keempat datang agak terlambat.Di babak pertama, Anda bisa melihat bahwa jika kami terlalu sering keluar posisi, kami kurang berbahaya. Justin (Kluivert) beberapa kali bergerak ke sayap, dan Ryan (Gravenberch) awalnya bergerak dari posisi enam pemain menjadi bek kanan. Anda seharusnya tidak melakukan itu,” kata Koeman dikutip dari Bein Sports.

Ia pun membandingkan penampilan timnya dengan Spanyol. “Intinya adalah terus menekan. Jika Anda melihat timnas Spanyol, mereka bekerja keras hingga batas kemampuan mereka untuk menekan. Kami ingin memiliki momen di mana kami hanya berjalan. Kami masih bisa meningkatkan diri di area itu,” ujarnya.

Koeman memainkan Justin Kluivert, yang merupakan seorang winger, di posisi no10 ketimbang Xavi Simons yang merupakan posisi naturalnya. Dia menjelaskan alasannya.

“Justin pernah bermain di sana sebelumnya, mungkin lebih sering daripada Xavi. Lagipula, di tim nasional, cukup normal memiliki pemain di bangku cadangan yang bersemangat bermain. Xavi sangat ingin bermain, tetapi istirahat sejenak dan menyadari persaingan memperebutkan tempat juga baik baginya,” ucapnya.

Kemenangan itu juga mencatatkan sejarah kecil. Untuk kali pertama sejak 2019, Belanda mencetak setidaknya tiga gol dalam tiga pertandingan berturut-turut. Dengan dua laga terakhir dengan skor identik 4-0. Performa itu semakin menegaskan efektivitas lini serang timnas.

Selain kemenangan besar, laga kontra Finlandia juga menjadi malam bersejarah bagi Depay.  Itu adalah gol ke-54 Depay untuk timnas Belanda, memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya.

Ia melebihi capaian striker-striker legendaris seperti Robin van Persie (50), Klaas-Jan Huntelaar (42), Ruud van Nistelrooy (35), bahkan Johan Cruyff (33).

Lebih dari sekadar mencetak gol, kontribusi Depay dalam membangun serangan juga menonjol. Ia melepaskan satu tembakan sepanjang laga, tetapi mampu menciptakan tiga peluang berbahaya, hanya dikalahkan oleh Gakpo yang mencatat empat.

Dua assist-nya membawa Depay menembus rekor lain: total 35 assist untuk timnas, terbanyak dalam sejarah Belanda. Setelah pertandingan, Depay menduga bakal disemprot Wesley Sneijder, legenda yang rekornya ia lampaui malam itu. “Saya  mungkin akan dapat pesan darinya,” ucap Depay. Sementara pelatih Finlandia, Jacob Friis menerima kekalahan itu dengan lapang dada.

“Kami menerima kekalahan ini. Kami tidak cukup kuat untuk melawan Belanda, tetapi pemain sudah melakukan segalanya. Belanda sangat kuat dan kami harus menatap ke depan,” kata Friisdi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *