Barca Belum Mau Pikirkan Trofi Liga Champions

Selebrasi pemain Barcelona saat mengalahkan Benfica.

BARCELONA – Barcelona sukses mengalahkan Benfica 3-1 di babak 16 besar leg kedua. Kemenangan ini meloloskan Barca ke perempatfinal Liga Champions dengan agregat 4-1.

Dalam laga di Stadion Olimpic Lluis Companys,  Rabu (12/3) dinihari WIB itu,  Raphinha bersinar usai menyumbang dua gol, sedangkan Lamine Yamal menciptakan satu gol dan satu assist. Satu-satunya gol balasan Benfica diciptakan bek tengah veteran, Nicolas Otamendi, di babak pertama.

Pelatih Barca Hansi Flick tetap kalem usai menyingkirkan Benfica. Ia hanya ingin memusatkan perhatian guna melakoni perempatfinal.  “Pertama-tama, kami harus fokus pada perempatfinal dan mempersiapkan diri dengan baik untuk lawan yang akan kami hadapi selanjutnya,” sahut pelatih Barcelona ini dikutip Reuters.

Ia pun berharap pemainnya sanggup menjaga level. “Liga Champions itu adalah trofi yang paling sulit yang ada, dan pastinya kami berharap kami bisa terus lolos dan menjadi cukup bagus untuk memenangi semuanya. Namun, jalannya masih panjang,” kata Flick.

Barcelona memang relatif mengontrol jalannya laga. Tuan rumah mendominasi dan cuma membiarkan lawan mencatatkan dua ancaman ke gawang, sementara menebar enam peluang on target ke Benfica.

Sepanjang pertandingan, tim tamu kesulitan mengancam gawang Wojciech Szczesny, sementara Barcelona hampir menambah keunggulan ketika Frenkie de Jong gagal menyelesaikan peluang emas pada menit akhir.

“Kami tahu persis performa seperti apa yang harus kami tunjukkan dan menurut saya kami melakukannya dengan sangat baik, khususnya di babak pertama,” kata penyerang Barca Raphinha di situs UEFA.

Meninggalnya dokter tim jadi suntikan moral buat Barca. “Hal terpentingnya buat saya adalah, yang bisa kami lakukan sebagai sebuah tim. Hari-hari belakangan ini berat (kematian dokter tim), tapi kejadian itu memberi kami kekuatan dan determinasi lebih,” ujarnya.

Kemenangan ini menjaga Barca dalam jalur memenangi treble. Selain menjejak perempatfinal Liga Champions, Blaugrana sedang memimpin LaLiga dan ada di semifinal Copa del Rey. “Kami adalah kandidat untuk memenangi semua kompetisi yang tersisa buat kami,” cetus Raphinha.

Pemain muda sensasional Lamine Yamal tampil impresif di laga itu. Dua rekor mengiringi penampilan Yamal. Dilansir berbagai sumber, pemain internasional Spanyol itu menjadi pemain termuda (17 tahun, 241 hari) yang mencetak gol dan assist dalam satu pertandingan Liga Champions.

Yamal melampaui rekor Breel Embolo (17 tahun, 263 hari) ketika mengema satu gol dan satu assist untuk memenangkan Basel 4-0 atas Ludogorets di 2014.

Disebutkan pula, Lamine Yamal juga menjadi pemain termuda dalam sejarah kompetisi ini yang berhasil mengemas lima assist. Yamal mematahkan rekor Theo Walcott yang melakukannya di usia 19 tahun bersama Arsenal.

Dengan torehannya melawan Benfica, maka Lamine Yamal berarti sudah membukukan total 12 gol dan 17 assist dalam 37 pertandingan untuk Barcelona di seluruh kompetisi musim ini.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *