JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/3) sore, seiring pelaku pasar merespon penurunan peringkat oleh Goldman Sachs terhadap sejumlah aset investasi di Indonesia, diantaranya di pasar saham dari overweight menjadi market weight.
IHSG ditutup melemah 52,36 poin atau 0,79 persen ke posisi 6.545,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,85 poin atau 1,06 persen ke posisi 732,03.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka melemah, betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor teknologi yang menguat sebesar 4,16 persen.
Sedangkan, sepuluh sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 3,06 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun sebesar 2,91 persen dan 2,24 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MINA, RELI, MINE, BAIK dan SONA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KAQI, SMDM, DATA, JSPT dan FAST.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.089.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,45 miliar lembar saham senilai Rp9,76 triliun. Sebanyak 212 saham naik 434 saham menurun, dan 311 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 235,16 poin atau 0,64 persen ke 36.793,211, indeks Shanghai menguat 13,67 poin atau 0,41 persen ke 3.379,83, indeks Kuala Lumpur melemah 16,31 persen atau 1,06 poin ke posisi 1,520, dan indeks Straits Times melemah 73,24 poin atau 1,88 persen ke 3.825,83.***
