Manchester City Diingatkan Bahwa Liga Champions Tak Pernah Mudah

Erling Haaland, Pemain Manchester City.

MANCHESTER – Manchester City tersandung di Liga Champions. Duel dengan AS Monaco menjadi pengingat untuk The Citizens bahwa laga di kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa tak pernah mudah.

Bertanding di Stadion Louis II, Kamis (2/10) dini hari WIB, Man City bermain imbang 2-2 dengan Monaco. Dalam laga itu tim asuhan Pep Guardiola dua kali membuang keunggulan.

Erling Haaland membawa Man City unggul pada menit ke-15. Tiga menit berselang, Monaco menyamakan kedudukan dengan gol Jordan Teze.

Man City unggul lagi pada menjelang babak pertama berakhir berkat gol kedua Haaland. Tapi, keunggulan itu sirna pada masa injury time babak kedua dengan gol dari Eric Dier.

Eks pemain Man City, Nedum Onuoha, menegaskan bahwa hasil imbang ini menjadi pengingat untuk tim Manchester biru soal Liga Champions. “Hasil akhirnya membuat frustasi untuk Man City, tapi ini menjadi pengingat bahwa bermain di Eropa, pertandingan tak pernah benar-benar di luar kendali dan pada kedudukan 2-1, laga tandang, anda selalu merasa bahwa mereka membutuhkan gol ketiga,” kata Onuoha di BBC.

Haaland tentu saja menjadi sorotan di laga itu, berkat dua golnya. Haaland sudah mencetak 11 gol untuk Man City musim ini. Dia membukukan itu dalam delapan pertandingan di semua ajang.

Dalam beberapa tahun terakhir Haaland menjadi sumber gol Man City. Selama tiga musim terakhir, Haaland selalu menyumbangkan lebih dari 30 gol untuk Man City. Musim terbaik Haaland dibukukan pada 2022/2023, dia mencetak 52 gol dalam musim perdananya bersama The Citizens.

Guardiola bahagia dengan ketajaman yang ditunjukkan oleh Haaland itu. “Dia sangat bagus, dia bermain untuk mencetak banyak gol, sangat baik. Anda harus menemukan dia dan saat mereka memainkan dua bek tengah dan dua holding midfielder itu tak mudah untuk menemukan dia, tapi dia mencetak banyak gol,” kata Guardiola di BBC.

Hanya saja di laga melawan Monaco, pemain asal Norwegia itu tidak luput dari kritikan. Banyak pihak yang menyebut  sang pemain tak banyak menyentuh bola

Sepanjang laga, Haaland terhitung jarang menguasai bola. Ia hanya melakukan 17 sentuhan, sudah termasuk empat tembakan, enam umpan sukses, memenangi dua duel udara, hingga melakukan satu sapuan. Haaland pun mengomentari tuduhan tersebut.

“Saya masih merasa terlibat dalam permainan, melakukan pergerakan tanpa bola, dan memberi ruang kepada pemain lain. Definisi terlibat atau tidak bukan hanya soal menyentuh bola. Saya pikir Anda bisa terlibat dalam permainan dengan banyak cara lain, dan itulah tugas saya. Saya melakukan tugas saya di babak pertama, dan di babak kedua tidak. Tentu saja saya tak melakukan tugas saya (di babak kedua), saya tidak mencetak gol dan mengunci laga. Jadi, tidak,”  ujar Haaland, dikutip dari TNT Sports.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *