Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
BANDUNG (LB)- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperkirakan kerugian material akibat banjir yang melanda wilayah Bekasi, Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Karawang mencapai Rp 3 triliun. “Wuh lebih (dari miliaran), triliunan,” ujarnya kepada awak media di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (11/3). Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melakukan perhitungan dampak kerugian yang dialami masyarakat terdampak banjir di beberapa wilayah tersebut.
Dedi menjelaskan bahwa dampak banjir ini tidak hanya merugikan sektor perekonomian, tetapi juga berdampak pada kondisi masyarakat yang kesulitan mencari nafkah seperti biasanya. “Pokoknya gini, yang wilayah Bogor, kemudian Depok juga banjir, kemudian Bekasi dengan Karawang. Nanti kita audit lah, kalau menurut saya lebih dari Rp 3 triliun,” kata Dedi.
Selain melakukan perbaikan fisik, pemerintah juga harus memulihkan kondisi mental warga yang mengalami trauma akibat terjangan banjir dahsyat beberapa waktu lalu. “Tetapi juga recovery yang dilakukan oleh pemerintah itu mahal,” tuturnya.
Dedi menambahkan bahwa kerugian yang dialami pelaku usaha sektor pariwisata tidak sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat. Ia juga menyoroti kerugian di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, akibat pembangunan tempat wisata dan bangunan permanen lainnya yang dilakukan secara serampangan.
“Makanya kalau pendapatan dari sektor kepariwisataan jualan tiket di Puncak itu dapat sekian, ruginya di bawah lebih dari itu. Makanya pembangunan itu jangan suka melihat sudut pandang ekonomi pendapatan saja,” pungkas Dedi. Seperti diberitakan, sejumlah wilayah Jawa Barat, di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Sukabumi dilanda banjir pada akhir pekan lalu dan awal pekan ini. Ratusan rumah terendam akibat banjir ini. Gubernur Dedi sudah mengunjungi daerah-daerah tersebut dan menyoroti tata ruang yang salah dan alih fungsi lahan menjadi penyebab banjir. *
