Pengemudi ojol mengeluhkan tarif layanan yang sangat minim.
JAKARTA (LB)- Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta mengeluhkan tarif layanan yang dianggap rendah dan tidak sebanding dengan jarak penjemputan barang, penumpang, dan makanan.
“Dari lokasi kami, ke lokasi pickup barangnya lumayan jauh. Misalnya, saya dari rumah, ambil barangnya jauh, tapi tarifnya cuma Rp 6.500, kecil kan?” ucap Nuraini (40), salah seorang pengemudi ojol, saat dijumpai di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/3).
Ia berharap pihak aplikasi dapat lebih memperhatikan tarif layanan para pengemudi, mengingat ia sering kali mendapatkan tarif yang sangat minim.
Senada dengan Nuraini, pengemudi ojol lainnya, Eko Novian (32), juga meminta adanya penyesuaian tarif.
“Sekarang metode baru, tarifnya cuma Rp 5.000. Kalau enggak kecapai, enggak dapat tambahan, tetap goceng. Itu sama aja kaya penindasan, ngantarnya jauh cuma Rp 5.000,” ungkap Eko.
Pengemudi ojol lain, Rahmat (33), mengeluhkan program SLOT yang diterapkan oleh salah satu perusahaan aplikasi ojol. “Sekarang nih, ada program SLOT di mana driver harus bayar Rp 3.000 tiap ikut program itu, supaya dapat orderan di program itu,” ujarnya.
Rahmat menambahkan bahwa argonya sangat rendah, yaitu mulai dari Rp 6.000 untuk layanan pesan antar makanan. “Bayangin aja, driver cuma dapat Rp 6.000 untuk satu orderan Grabfood, enggak sebanding banget dengan jarak perjalanannya dan waktu yang sudah dijalani sama driver tersebut,” jelas Rahmat. Pasalnya, dalam satu kali orderan makanan, para pengemudi harus menunggu makanan di restoran selama 10 hingga 20 menit. *
