Barca Kontra PSG Bakal Menarik, Namun Ketat

BARCELONA –   Barcelona bakal menghadapi tantangan berat dari Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday 2 Liga Champion 2025/2026 (UCL), yang berlangsung di Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis (2/10) dinihari.

Jalannya laga yang mempertemukan dua  kandidat Ballon d’Or, Lamine Yamal dan  Raphinha dengan peraih trofi tersebut Ousmane Dembele.

Jelang laga itu, Barca memiliki rekor mentereng. Di bawah racikan pelatih Hansi Flick, Barca  menorehkan sejarah. Klub asal Katalonia itu mencetak gol dalam 44 laga beruntun, menyamai rekor yang sudah bertahan selama 81 tahun.

Kemenangan 2-1 atas Real Sociedad, Minggu (28/9) malam WIB, tak hanya mengantarkan Blaugrana merebut posisi puncak klasemen La Liga dari Real Madrid. Hasil tersebut juga menandai laga ke-44 secara berturut-turut di mana Barcelona selalu mampu menjebol gawang lawan.

Untuk menemukan catatan serupa, publik harus menengok jauh ke periode 1942–1944. Saat itu, tim asuhan Juan Jose Nogues juga mencatat 44 pertandingan beruntun selalu mencetak gol, meski gagal meraih gelar liga.

Di bawah arahan Flick, rekor ini beriringan dengan keberhasilan Barcelona merebut treble domestik musim lalu, usai musim 2023/24 mereka lalui tanpa satu pun trofi.

Catatan ini bermula setelah kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid pada 21 Desember 2024. Itu menjadi laga terakhir di mana Barcelona gagal mencetak gol, menyusul kekalahan 0-1 dari Leganes, enam hari sebelumnya.

Sejak momen itu, mereka tidak pernah lagi absen mencetak gol di semua ajang. Bahkan, rentetan ini terus berlanjut hingga mereka memastikan gelar La Liga 2024/25.

“Kami sudah mempersiapkan diri menghadapi PSG. Laga nanti bakal ketat dan sulit. PSG sangat kuat, tetapi kami memiliki skuad yang bagus. Para pemain sudah dalam kondisi yang bagus,” kata Hansi Flick dikutip dari laman resmi klub.

FlickdiprediksimenurunkanWojciech Szczęsny (kiper); Gerard Martin, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Jules Kounde; Pedri, Frenkie De Jong; Ferran Torres, Dani Olmo/ Lamine Yamal, Marcus Rashford, dan  Robert Lewandowski, dengan formasi  4-2-3-1.

Kendati Barcelona dalam performa yang bagus, PSG tetap memiliki peluang meraih kemenangan. Mereka berhasil menang 2-0 atas Auxerre setelah sempat kalah dari Marseille.

Pelatih PSG, Luis Enrique menyebut timnya memiliki mentalitas yang kuat. Oleh sebab itu, dia yakin PSG bisa mengalahkan Barcelona. “Saya melihat mentalitas semua pemain (saat menghadapi Auxerre). Mereka bertahan dengan sangat baik dan saya pikir kami pantas menang. Kami sabar dalam menciptakan ruang dan menciptakan banyak peluang,” kata Enrique dikutip dari laman resmi PSG.

Enrique diprediksi menurunkan Lucas Chevalier (kiper); Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Warren Zaire-Emery, Vitinha, Fabian Ruiz; Desire Doue, Ousmane Dembele dan  Khvicha Kvaratskhelia dengan formasi 4-3-3.

Jika di laga pertama Liga Champion 2025/2026, Barcelona berhasil menang 1-2 atas Newcastle United, PSG  juga menang telak 4-0 atas Atalanta. Hasil itu membuat kedua tim sama-sama mengumpulkan 3 poin di League Phase.

Rekor pertemuan Barcelona vs PSG masih seimbang. Masing-masing tim mencatat 2 kali menang dan 1 laga berakhir imbang. Laga lainnya adalah Qarabag vs FC Copenhagen,  Union SG vs Newcastle,  Arsenal vs Olympiakos, Bayer Leverkusen vs PSV Eindhoven, Borussia Dortmund vs Athletic Bilbao,  Monaco vs Manchester City,  Napoli vs Sporting CP dan Villarreal vs Juventus.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *