JAKARTA(LB) Wakapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meminta seluruh anak
buahnya agar bertugas secara
profesional dan melakukan
pendekatan secara humanis
ketika mengamankan aksi
demonstrasi massa dalam
rangka memperingati Hari
Tani Nasional di Gedung
DPR, Rabu (24/9).
Dengan demikian maka
penyampaian aspirasi oleh
masyarakat berjalan aman
dan damai.
“Anggota harus sabar
dan terukur,” kata Irjen Asep
saat memberi arahan kepada
jajarannya di Mapolda Metro
Jaya.
Sebagai inform,asi, sebanyak 9.498 personel gabungan
dari kepolisian, TNI, dan
Pemda dikerahkan untuk
menjaga keamanan jalannya
aksi demonstrasi tersebut.
Kabid Humas Polda
Metro Jaya, Brigjen Ade Ary,
menyebutkan ribuan personel gabungan itu terdiri dari
sekitar 7.000 anggota Polri,
1.400 personel TNI (Kodam
Jaya dan Marinir), serta 600
personel Pemda dan instansi
terkait.
“Sejak pagi, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI
terpantau aman dan terkendali. Bapak Kapolda Metro
Jaya menegaskan agar pengamanan dilaksanakan secara humanis, prosedural, dan
tertib,” kata Ade Ary kepada
wartawan.
Ia menegaskan, personel tidak dibekali senjata
api. Sementara penggunaan
gas air mata hanya bisa
dilakukan sesuai SOP dan
atas izin langsung Kapolda
Metro Jaya.
Polda Metro Jaya juga
meminta maaf kepada masyarakat bila terjadi ketidaknyamanan akibat kepadatan massa di sejumlah titik.
Sementara itu, Wakapolda
Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purnomo bersama
Kapolres Metro Jakarta Pusat
Kombes Susatyo Purnomo,
turun langsung menemui
massa aksi yang berasal dari
kelompok tani.
Dekananto dan jajaran
terlihat menggunakan topi
caping ketika turun ke massa
aksi. Ia terlihat memberikan
nasi tumpeng ke perwakilan
kelompok tani. Prosesi itupun
berlangsung hangat, aman
dan damai. Kelompok tani
menerima dengan baik nasi
tumpeng yang diberikan oleh
Wakapolda Metro Jaya dan
jajaran.
Di sisi lain, Kabid Humas
Polda Metro Jaya Brigjen Ade
Ary meuturkan, total 9.498
personel gabungan disiagakan
untuk mengamankan jalannya
aksi demo. Jumlah itu terdiri
atas sekitar 7.000 anggota Polri, 1.400 personel TNI, serta
600 dari Pemda dan instansi
terkait.
“Sejak pagi situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI
terpantau aman dan terkendali. Bapak Kapolda Metro
Jaya menegaskan agar pengamanan dilaksanakan secara
humanis, prosedural, dan
tertib,” kata Ade Ary.
Ade menegaskan personel tidak dibekali senjata api.
Sementara penggunaan gas
air mata hanya bisa dilakukan sesuai SOP dan atas izinlangsung dari Kapolda
Metro Jaya.
“Semua langkah pengamanan berada dalam kendali komando,”
tegasnya.
Polda Metro Jaya juga
meminta maaf kepada
masyarakat bila terjadi
ketidaknyamanan akibat
kepadatan massa di sejumlah titik.
“Namun masyarakat
tidak perlu khawatir. Petugas kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan, baik bagi peserta
aksi maupun masyarakat
umum yang beraktivitas di
sekitar lokasi,” tutup Ade
Ary.
