Sembahyang Jing He Ping/King Hoo Ping yang dilaksanakan umat Khonghucu.
JAKARTA (LB)— Dalam rangka Jing He Ping/King Hoo Ping, pada Jumat (19/9/2025) lalu, pengurus MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) mengadakan bakti sosial dengan membagikan paket sembako untuk warga yang membutuhkan.

Meskipun dikenal dengan istilah sembahyang arwah, Jing He Ping bagi umat Khonghucu memiliki arti lebih luas yakni sembahyang kedamaian bagi alam “roh” dan kedamaian bumi/alam semesta.
Sehingga pada hari Jing He Ping bukan saja dilaksanakan upacara persembahyangan melainkan dilakukan pula bakti sosial berupa pembagian paket beras (yang merupakan sumber pangan utama saat ini) sebagai wujud cinta kasih terhadap sesama.
Ketua Umum MATAKIN Xs Budi S. Tanuwibowo mengatakan momen Jing He Ping adalah waktu yang tepat untuk menyuarakan pentingnya kepedulian kepada sesama apalagi saat ini dimana kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak menentu.

Menurutnya pembagian paket beras hanya salah satu bentuk perhatian dalam hal ini umat Khonghucu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sebagai sesama warga bangsa.
“Setiap tahun saat Jing He Ping, MATAKIN lewat Yayasan Amal Kebajikan MATAKIN yang menaungi Kelenteng ‘Kong Miao’ TMII rutin melaksanakan bakti sosial (pembagian paket sembako gratis) kepada yang membutuhkan dan tahun 2025 ini kita membagikan 350 paket sembako ke beberapa wilayah di Jakarta yakni di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira-Pejagalan, Mangga Besar, Sunter-Jakarta Utara, Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta Timur dan Bekasi,” jelas Budi.

Meskipun dipusatkan di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, pembagian sembako pada hari Jing He Ping/King Hoo Ping ini dilakukan pula oleh Kelenteng/Bio/Lithang/Majelis-majelis Agama Khonghucu (MAKIN) di seluruh Indonesia.
Budi berharap melalui kegiatan sosial seperti ini dapat memperkuat rasa solidaritas dan empati, yang menjadi dasar penting dalam membangun persatuan bangsa. **
