Laga seru Arsenal kontra Manchester City.
LONDON – Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Stadion Emirates, Minggu (21/9) malam WIB.
Tuan rumah tertinggal lebih dulu melalui Erling Haaland pada menit ke-9. Namun Gabriel Martinelli menyelamatkan muka Arsenal pada menit 90+2.
Dengan hasil ini, Arsenal duduk di peringkat dua klasemen sementara dengan 10 poin, tertinggal lima poin dari Liverpool yang berada di puncak klasemen. Sedangkan City berada di urutan sembilan dengan 7 poin.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyayangkan kegagalan timnya mengalahkan Manchester City. Sebab The Gunners unggul segala-galanya dari The Citizens.
“Setidaknya saya bisa bangga dengan para pemain, dengan cara kami bermain, dengan cara kami mendominasi hampir di seluruh aspek sepanjang laga. Kami kecewa sekali gagal menang. Peluang City itu cuma dari korner, lalu lainnya serangan balik dan sisanya cuma-cuma dari kami. Itu saja. Salut untuk para pemain yang bisa menahan City sampai seperti itu. Kami bermain lebih baik ketimbang saat mengalahkan mereka musim lalu. Jauh lebih baik,” ujar Arteta seperti dikutip BBC Sport.
Ia kemudian secara khusus menyoroti penampilan Martinelli, yang kembali tampil gemilang, setelah pertandingan Liga Champions saat meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah Athletic Bilbao di San Mames. Dalam laga itu, pesepak bola asal Brasil itu mencetak satu gol dan satu assist dari bangku cadangan.
“Gabi (Martinelli) memainkan beberapa momen dan menit bermain yang hebat di Bilbao dan hari ini, dia tidak menjadi starter, tetapi dia memiliki energi yang sama, komitmen yang sama, dorongan yang sama untuk menciptakan momen hebat lainnya,” tutur Arteta.
Dengan demikian Arsenal tidak hanya punya Gabriel Jesus sebagai jimat klub Tapi, ada juga Martinelli.
Di laga itu Martinelli memang tidak jadi starter. Arteta memasang Viktor Gyokeres diapit Leandro Trossard dan Noni Madueke. Martinelli masuk sebagai pengganti pada menit ke-80.
Proses golnya, Martinelli menemukan celah di pertahanan City yang sejatinya tampil solid sepanjang laga. Dia dengan cepat mendahului dua bek City sebelum melambungkan bola ke tiang jauh dan Gianluigi Donnarumma terlanjur maju.
Menurut catatan Opta, Arsenal tidak pernah kalah dalam 38 pertandingan di mana Martinelli mencetak gol. Rinciannya adalah 30 kemenangan dan delapan imbang. Martinelli layaknya Gabriel Jesus, jimat yang menghindarkan Arsenal dari kekalahan.
“Ini momen yang saya tunggu-tunggu. Kami bermain sangat baik, kami cuma kurang beruntung di beberapa momen, kami punya banyak peluang dan umpan yang bagus dari Eze, saya cuma berusaha memasukkan ke gawang,” ujar Martinelli di BBC Sport.
Ia begitu gembira bisa mencetak gol untuk timnya. “Senang sekali bisa bikin gol, tapi kami harus bekerja lebih keras, kami ingin memenangi laga-laga seperti ini. Dengan pemain yang kami miliki, saya tahu jika saya bisa melakukan gerakan lari seperti itu, tiga kali, maka saya setidaknya bisa dapat satu gol,” ujarnya.
Sementara manajer Manchester City Pep Guardiola disorot karena malah main bertahan. City bahkan sampai harus menarik keluar Phil Foden dan Haaland di 20 menit akhir laga untuk mempertahakan keunggulan. City bermain dengan lima bek saat Nathan Ake menggantikan Foden. Pertahanan City sayangnya jebol juga pada menit ke-93 ketika Martinelli lolos dari perangkap offside.
“Kami tidak mau seperti ini memang (bermain dengan lima bek), tapi ketika lawan lebih baik, maka kami bertahan lebih dalam dan melakukan serangan balik. Tapi, itu bukan mau kami sebenarnya. Saya lebih suka tidak melakukannya, tapi Anda harus melakukannya di level seperti ini. Saya terima satu poin ini dan kami memang harus beradaptasi di beberapa laga,” ujar Guardiola di The Athletic.
Bagi Haaland, gol ke gawang Arsenal sekaligus melanjutkan rentetan produktivitasnya pada musim ini, saat tampil di klub dan tim nasional. Sudah enam laga beruntun Haaland rutin bikin gol.
Di Premier League, Haaland sukses menjebol gawang lawan dalam tiga laga terakhir. Bahkan dari lima laga yang dilakoninya, penyerang asal Norwegia itu cuma gagal bikin gol di satu pertandingan saja.
Haaland unggul tiga gol dibandingkan para pesaing terdekatnya. Ada Jaidon Anthony (Burnley), Hugo Ekitike (Liverpool), Viktor Gyökeres (Arsenal), Wilson Isidor (Sunderland), Richarlison (Tottenham Hotspur), dan Antoine Semenyo (Bournemouth) yang sama-sama sudah mencetak 3 gol.***
