Camat Cileungsi, Adi Henryana.
CIBINONG (LB)- Pemkab Bogor melakukan investigasi atas kejadian atap SMKN 1 Cileungsi ambruk yang terjadi pada Rabu 10 /9). Dugaan sementara, penyebab atap SMKN 1 Cileungsi ambruk itu karena rangka atap baja ringan, tidak kuat menahan beban genteng keramik.
“Kami masih melakukan investigasi kasus atap SMKN 1 Cileungsi ambruk. Tapi jika melihat kondisi, kejadian ini karena atapnya lebih berat dari biasanya, kalau rangka atapnya dari baja ringan,” kata Camat Cileungsi, Adi Henryana kepada wartawan.
Adi Henryana menuturkan, kemungkinan besar, tidak ada laporan atau informasi, bahwa Gedung atau lantai 2 SMKN 1 Cileungsi dalam kondisi rusak.
“Sebelumnya, tidak ada laporan warga maupun pihak sekolah ke kami, bahwa Gedung SMKN 1 Cileungsi dalam kondisi rusak,” tutur Adi Henryana.
Ia menjelaskan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang memeriksa kondisi gedung atau bangunan lain milik SMKN 1 Cileungsi.
Hal itu, sambung mantan Camat Ciawi itu, sebagai mitigasi atau mencegah terjadinya kembali bencana atap ambruk.
“Pemkab Bogor melalui Damkar dan BPBD, memitigasi bencana, kami pun meminta kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Cileungsi diliburkan dahulu sambil menunggu hasil inspeksi atau investigasi,” jelasnya. *
