Timnas Spanyol Terlalu Digdaya Atas Turki

Pemain Spanyol saat mengalahkan Turki.

KONYA – Timnas Spanyol meraih kemenangan kedua berturut-turut di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Spanyol secara meyakinkan menggilas tuan rumah Turki 6-0 yang berlangsung di Stadion Konya, Senin (8/9) dinihari WIB.

Mikel Merino menginspirasi kemenangan La Roja usai mencetak hat-trick alias tiga gol. Dua gol Spanyol lainnya diciptakan Pedri, dan satu gol disumbangkan Ferran Torres. Lamine Yamal juga bermain impresif setelah melahirkan dua assist.

Kemenangan telak atas Turki mengukuhkan Spanyol di puncak klasemen Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Spanyol meraih enam poin, mengungguli Georgia dan Turki yang masing-masing mendulang tiga poin di posisi dua dan tiga berturut-turut.

Pelatih Spanyol, Luis de La Fuente menilai anak asuhannya tampil sempurna. Penampilan mereka terus meningkat dari laga pertama di Grup E saat menang 3-0 atas Bulgaria.

“Kali ini kami tampil sempurna, tak banyak lagi yang bisa dibanggakan. Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang kami buat melawan Bulgaria hari Kamis. Kini, kami mulai berpikir untuk menjadi lebih baik lagi bulan depan,”  ujar De la Fuente dikutip dari BeIN Sport.

Timnas Spanyol superior di bawah asuhan De la Fuente. 27 laga kompetitif beruntun sudah dilalui Tim Matador tanpa pernah merasakan kekalahan. Rinciannya, mereka menang 22 kali dan imbang 5 kali. Terakhir kali Spanyol kalah yakni pada 2023 ketika tumbang 0-2 dari Skotlandia di kualifikasi Piala Eropa 2024.

Spanyol sempat kalah di final UEFA Nations League melawan Portugal pada Juni lalu. Namun, kekalahan didapat melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.

Ini menjadi rekor tak terkalahkan terbanyak kedua Spanyol dalam sejarah. Capaian terbanyak didapat semasa dipimpin Vicente del Bosque pada 2010-2013 dengan 29 laga unbeaten.

De la Fuente pun mengapresiasi kerja keras anak asuhnya selama ini. “Kami tahu para pemain dan kami sadar tim kami mampu menaati semua aturan. Kami memberi mereka sistem yang membuat mereka nyaman dan memiliki ide-ide yang sangat jelas. Kami telah berada di level kolektif yang luar biasa,” kata De la Fuente, dilansir dari AS Diario.

Gelandang Spanyol, Pedri mengungkapkan timnya menunjukkan penampilan sempurna. “Itu sebuah pertandingan sempurna. Kami membawa intensitas dari awal. Kredit untuk seluruh tim, yang sudah mengerahkan segalanya. Kami telah bersiap secara mental untuk melakoni pertandingan yang sulit, bahwa mereka akan mendesak, bahwa kami harus bermain dengan kuat sejak awal dan itulah yang terjadi. Kami mendominasi sejak awal,”  kata Pedri kepada Teledeporte.

Mikel Merino turut jadi pemain tengah kedua yang mencetak hat-trick untuk Spanyol dalam 15 tahun. Sebelumnya,Isco melakukannya saat melawan Argentina di 2018.

“Saya senang dengan segalanya, atas kemenangannya, untuk enam poin dalam dua pertandingan dan atas mencetak tiga gol. Ini adalah hat-trick pertama di dalam karierku, dan melawan musuh top di lapangan yang sangat sulit. Kami sudah memainkan pertandingan yang hebat,” kata Merino di Marca.

Sementara pelatih Turki, Vincenzo Montella yang berbicara kepada UEFA mengakui mereka sudah mengecewakan penggemar dengan kekalahan memalukan ini. “Kami sangat menyesal telah mengecewakan para penggemar kami, yang menciptakan suasana yang luar biasa malam ini,” ujarnya.

Legenda Italia itu pun meminta respons positif dari timnya. “Yang terpenting sekarang adalah mengambil pelajaran terbaik dari pertandingan ini dan mengubah hasil ini menjadi sesuatu yang positif untuk masa depan. Kami telah melakukannya sebelumnya, dan saya yakin kami akan melakukannya lagi,”  kata Vincenzo.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *