Aksi Lamine Yamal saat melawan Tanjung Verde.
ATLANTA – Spanyol cuma bisa berimbang tanpa gol kontra tim debutan Tanjung Verde di Grup H. Menghadapi klub lemah Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Senin (15/6) malam WIB, Spanyol tampil dominan dengan menguasai 62 persen ball possesion dan membuat 23 attempts, delapan di antaranya mengarah ke gawang.
Tapi, tidak satu pun upaya dari Mikel Oyarzabal dan kolega yang berhasil menembus gawang Vozinha. Bahkan ketika Lamine Yamal dan Nico Williams dimainkan di 15 menit akhir, Spanyol tetap tidak bisa bikin gol.
Hingga laga berakhir, skor 0-0 bertahan. Permainan monoton Spanyol yang selalu menyerang dari sisi sayap jadi alasan mengapa Tanjung Verde bisa meredam dengan baik. Bahkan sempat beberapa kali terdengar siulan dari tribune penonton karena Spanyol berkali-kali mengoper bola, tanpa ada penetrasi ke kotak penalti.
Performa ini tak lantas bikin khawatir pelatih Luis de la Fuente. Dia yakin Spanyol akan membaik performanya ketika bertemu Arab Saudi dan Uruguay. “Tim Spanyol ini bisa diandalkan, apa pun yang terjadi. Kami tim dengan kemampuan yang luar biasa. Kami belum kalah di 32 laga. Pastinya kami bakal lebih baik di laga berikutnya. Kami harus perbaiki itu pastinya. Kami harus tetap dengan gaya kami, yang sudah membawa kami sejauh ini,” kata De La Fuente di ESPN.
Hasil ini terbilang mengejutkan. Pasalnya, Spanyol yang saat berada di ranking ketiga FIFA merupakan salah satu unggulan di ajang ini. Sementara, Tanjung Verde hanya berada di peringkat ke-64 FIFA. Mereka juga debutan di Piala Dunia.
Tim Matador sebenarnya tampil dominan di laga ini. Mereka mencatatkan 75 persen penguasaan bola dibanding dengan 26 persen milik dari Hiu Biru.
Spanyol juga terus menekan dengan total bikin 27 tembakan. Tanjung Verde hanya bikin enam tembakan. Namun, Spanyol gagal mengkonversi sejumlah peluang yang dimilikinya jadi gol.
De la Fuente, menilai timnya seharusnya bisa menang di laga. Menilik dari dominasi yang dimiliki Tim Matador. Selain buruknya penyelesaian akhir, Spanyol gagal menang karena tak cukup bugar.
De la Fuente menyebut hal itu bikin Spanyol sulit menembus lini belakang Tanjung Verde yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. “Seharusnya kami memenangkan pertandingan dengan semua yang terjadi, dengan semua situasi menguntungkan yang kami ciptakan. Namun, kami kurang bugar dan ketajaman dalam penyelesaian akhir. Kami harus mulai memikirkan pertandingan melawan Arab Saudi sekarang,” ujar De la Fuente.
Namun, di tengah badai kritik tersebut, Lamine Yamal muncul untuk membungkam keraguan. Winger muda asal Barcelona itu mengirimkan pesan lewat unggahan di Instagram pribadinya agar para suporter tidak panik dan tetap menjaga kepercayaan kepada tim.
Ia menilai hasil imbang di laga perdana bukanlah akhir dari segalanya karena perjalanan di turnamen ini masih sangat panjang. Yamal berjanji bahwa seluruh elemen tim akan langsung mengevaluasi performa mereka dan siap bangkit di laga berikutnya.
“Pertandingan pertama Piala Dunia dan kami meraih satu poin. Kami tahu bahwa kompetisi ini panjang dan tujuan masih jauh, tapi kami akan terus bekerja keras dan semuanya akan berjalan sesuai degan yang kami harapakan. Jadi, jangan ragukan kami,” tulis Yamal.
Sementara pelatih Timnas Tanjung Verde, Pedro Leitao Brito, menilai hasil imbang melawan Spanyol menjadi bukti bahwa negara-negara yang selama ini dianggap kecil tetap pantas bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
“Kita harus memberi selamat kepada tim-tim yang disebut kecil atas organisasi dan kerja keras yang mereka lakukan bersama tim nasional mereka. Dunia sekarang lebih terbuka, dan tim nasional yang lebih kecil punya hak lebih besar untuk menghadapi tim-tim papan atas,” ujar Leitao Brito dilansir dari NST. Hasil lain di grup ini Arab Saudi bermain imbang 1-1 melawan Uruguay. Dengan demikian, keempat tim masing-masing memiliki satu poin.***
