Produksi batu bara.
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara penyuplai batu bara terbesar di dunia. Ekspor batu bara Indonesia sekitar 500 juta ton atau mencapai 40% dari total perdagangan dunia sebanyak 1,5 miliar ton.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan produksi batu bara dunia sebanyak 8,9-9,1 miliar ton per tahun. Sekitar 74% produksi batu bara berasal dari Asia, dengan China sebagai produsen terbesar dengan kontribusi 52%, disusul India 12%, dan Indonesia di posisi berikutnya sebesar 8%. Sedangkan, sisanya berasal dari negara-negara Asia lainnya.
“Meskipun kita hanya 8%, total perdagangan untuk batu bara di dunia pada saat ini kan sekitar 1,5 miliar ton. Nah, ini 500 (juta ton) sekiannya dari Indonesia. Artinya, Indonesia di atas 30% bahkan mungkin mencapai 40% ini dari kita,” katanya dalam acara Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit di Jakarta Selatan, Sabtu (24/1).
Tri menyebutkan komoditas mineral lainnya yang menjadi primadona dunia yakni nikel. Dari total produksi nikel dunia 3,2-3,4 juta ton, 65% atau 2,2 juta ton di antaranya berasal dari Indonesia. “Jadi, 65% itu adalah dari kita. Jadi, kita utama sekali di industri-industri ini,” katanya.
Kementerian ESDM juga menilai lonjakan harga timah dunia dari US$33.000 per ton menjadi US$51.000 per ton dipengaruhi Indonesia. Meskipun Tri Winarno mengatakan, produksi timah di Indonesia hanya sekitar 50.000 ton per tahun.
“Harga timah pada saat ini saya masih meyakini bahwa harga timah saat ini adalah dari US$ 33.000 (per ton) sekarang di angka US$ 51.000. Saya masih meyakini bahwa ini karena dari Indonesia. Pengaruh harga ini dari Indonesia, saya masih meyakini,” katanya Tri Winarno.
Tri mengatakan, kenaikan harga timah terjadi karena sudah tidak ada lagi penyelundupan ilegal dari Indonesia ke berbagai negara. “Kenapa? Karena penyelundupan yang ada di Malaysia dan ada di Singapura otomatis sekarang enggak ada sama sekali. Market gelap untuk timah ini sama sekali sudah berakhirlah dengan adanya kondisi pada saat ini,” katanya.***
