Neraca Dagang Surplus 64 Bulan Beruntun

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah memberikan keterangan terkait neraca perdagangan Indonesia.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Agustus 2025 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$5,49 miliar.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah menjelaskan neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Surplus pada Agustus 2025 lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas sebesar US$7,5 miliar dengan komoditas penyumbang surplus lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,” kata Habibullah dalam rilis BPS, Rabu (1/10).

Pada saat yang sama neraca perdagangan komoditas Migas defisit US$1,66 miliar dengan komoditas penyumbang defisit yaitu hasil minyak.

BPS juga mencatat sepanjang Januari-Agustus 2025 total nilai impor mencapai US$155,99 miliar atau naik 2,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor Migas tercatat sebesar US$21,11 miliar atau turun 12,82%. Nilai ekspor nonmigas tercatat senilai US$134,88 miliar atau naik 4,85%.

“Jika dilihat menurut penggunaan, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal sebagai penyumbang utama peningkatan nilai impor,” jelas Habibullah.

Nilai impor barang modal mencatat US$31,32 miliar atau naik 17,94% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,12%.

Impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya, kapal perahu dan struktur terapung, serta kendaraan udara dan bagiannya. Sedangkan impor bahan baku penolong turun 1,09% menjadi US$ 110,57 miliar. Begitu pula pada impor barang konsumsi yang mengalami penurunan 2,85% menjadi US$ 14,09 miliar.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan negara Tiongkok, Jepang dan AS. Sementara itu impor dari negara ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.

Pada Agustus 2025 total nilai impor mencapai US$ 19,47 miliar atau turun 6,56% dibandingkan Agustus 2024. Nilai impor Migas sebesar US$ 2,73 miliar atau naik 3,17% secara tahunan.

Sementara itu impor non migas senilai US$ 16,74 miliar atau turun 7,98%. Penurunan nilai impor secara tahunan didorong oleh penurunan impor non migas dengan andil penurunan sebesar 6,97%.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *